poskomalut, Kebutuhan pekerja di kawasan industri terpenuhi lewat akad kredit massal perumahan Lelilef Dagymoi Residence (LDR), pada Kamis (27/8/2026).
Komitmen itu terjalin berkat sinergitas PT Dagymoi Propertindo bersama Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, Bank BTN Cabang Ternate dan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ternate.
Kegiatan itu dihadiri Asisten III Setda Halmahera Tengah, Ridwan, mewakili Bupati Halmahera Tengah, Direktur Utama PT Dagymoi Propertindo Halim Amrudani, Kepala Bank BTN Kota Ternate Okky Setiawan, serta Perwakilan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kota Ternate, Michel John Alauw.
Halim Ambrudani mengatakan, perumahan Lelilef Dagymoi Residence disiapkan untuk menjawab kebutuhan hunian masyarakat dan pekerja yang terus meningkat seiring perkembangan kawasan industri Halmahera Tengah.
“Totalnya ada sekitar 572 unit. Untuk tahap pertama kita bangun sekitar 150 unit. Nanti bertahap, targetnya insyaallah sekitar dua tahun sudah selesai,” ujar Halim.
Selain unit rumah, PT Dagymoi juga menyiapkan fasilitas pendukung berupa masjid dan PAUD.
Fasilitas tersebut akan dibangun secara bertahap mengikuti perkembangan pembangunan kawasan.
Halim menuturkan, perusahaan memiliki target pengembangan lebih besar hingga 2.000 unit rumah di sejumlah titik.
Ia berharap hunian tersebut dapat memberikan kesempatan bagi pekerja kawasan industri untuk memiliki rumah sendiri.
“Harapannya agar semua pekerja yang ada di kawasan industri ini bisa punya rumah sendiri,” katanya.
Sementara, Asisten III Setda Halmahera Tengah, Ridwan, menyampaikan apresiasi terhadap langkah PT Dagymoi yang telah merealisasikan pembangunan hunian bagi pekerja.
Menurut Ridwan, pemerintah daerah sebelumnya telah menerima berbagai rencana investasi perumahan dari sejumlah perusahaan, namun tidak semuanya berujung pada realisasi.
“Sudah banyak PT yang datang ke Pemda mempresentasikan, tapi nol besar. Ini yang buat saya kagum pada Pak Halim, Direktur Utama PT Dagymoi,” ujar Ridwan.
Mewakili Bupati Halmahera Tengah, Ridwan menegaskan pemerintah daerah siap membuka ruang kolaborasi dengan pengembang untuk memastikan pembangunan perumahan berjalan sesuai kebutuhan daerah.
“Kami sangat mendukung. Kami membuka karpet merah dan kami siap berkolaborasi untuk menata perumahan yang layak huni, nyaman dan berkelanjutan,” katanya.
Pada kesempatan itu, sebanyak sembilan debitur melakukan akad kredit kepemilikan rumah melalui Bank BTN.
Pembiayaan menggunakan skema KPR yang didukung Manfaat Layanan Tambahan (MLT) BPJS Ketenagakerjaan.
Kepala Bank BTN Kota Ternate, Okky Setiawan, mengatakan skema tersebut memberikan manfaat bagi pekerja karena membantu menyediakan pembiayaan dengan angsuran yang lebih terjangkau.
Sementara, Michel John Alauw menjelaskan MLT merupakan salah satu manfaat tambahan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan, termasuk fasilitas pembiayaan perumahan melalui kerja sama dengan BTN dan pengembang.
Akad kredit massal ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi lintas sektor dalam menjawab kebutuhan hunian pekerja sekaligus mendukung pertumbuhan kawasan permukiman yang layak dan berkelanjutan di tengah perkembangan industri Halmahera Tengah.



Tinggalkan Balasan