poskomalut, Komoditas kelapa di Kabupaten Pulau Morotai, berpeluang dikembangkan menjadi bahan baku Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar penerbangan berkelanjutan.
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong hilirisasi komoditas perkebunan lokal sekaligus membuka peluang pengembangan industri energi terbarukan di kawasan timur Indonesia.
Pembahasan awal rencana pengembangan tersebut dilakukan melalui rapat pendahuluan untuk merampungkan informasi dan data terkait potensi kelapa Morotai.
Pertemuan berlangsung di Aula Polres Pulau Morotai dan dipimpin Kapolres, dihadiri Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua bersama sejumlah pimpinan dan perwakilan instansi terkait.
Rapat tersebut merupakan bagian dari upaya Mabes Polri dan Polda Maluku Utara, mendukung masuknya investasi di sektor energi terbarukan, khususnya rencana hilirisasi Kelapa Bido dan Kelapa Dalam sebagai bahan baku energi terbarukan.
Rusli Sibua menyatakan dukungan pemerintah daerah terhadap rencana investasi tersebut.
Menurut bupati, Kelapa Bido merupakan salah satu varietas unggulan Morotai yang telah mendapatkan sertifikasi resmi dari Kementerian Hukum.
“Pemerintah daerah pada prinsipnya sangat mendukung investor yang ingin berinvestasi di Morotai, termasuk rencana investasi yang akan mengembangkan kelapa Bido menjadi produk bernilai tambah,” kata Rusli, Kamis (10/9/2026).
Ia mengatakan, hilirisasi kelapa menjadi langkah penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Sebab, kelapa merupakan salah satu komoditas yang dibudidayakan masyarakat di berbagai wilayah Morotai.
Melalui hilirisasi, kelapa tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, membuka lapangan kerja, memperkuat perekonomian daerah, serta meningkatkan daya saing komoditas kelapa Morotai.


Tinggalkan Balasan