poskomalut, Kebakaran di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kelurahan Takome, Kecamatan Ternate Barat, Kota Ternate, mulai menunjukkan perkembangan positif.

Hingga Kamis (8/10/2026), kobaran api dilaporkan mulai mengecil. Tapi, petugas masih berjibaku memadamkan sisa titik api di tumpukan sampah.

Tim tanggap darurat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kota Ternate terus melakukan upaya pemadaman untuk memastikan api benar-benar terkendali.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate, Tonny S. Pontoh, mengatakan penanganan masih difokuskan pada sisa api yang berada di dalam tumpukan sampah.

Menurutnya, meski kobaran api tidak lagi sebesar saat awal kejadian, proses pemadaman tetap membutuhkan penanganan khusus.

“Karena saat ini api tidak besar seperti awal kejadian. Namun, sisa api yang masih ada terus kita padamkan. Caranya, sampah digali, kemudian disemprot dengan air, lalu ditimbun menggunakan tanah,” ujar Tonny, Kamis (8/10/2026).

Metode tersebut dilakukan untuk menjangkau titik api yang masih tersimpan di bagian dalam tumpukan sampah, sekaligus mencegah api kembali menyala.

Sementara, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Ternate, Naim Syahfar, menjelaskan upaya pemadaman didukung sejumlah armada dari berbagai instansi.

Dua unit mobil water cannon dari Brimob Polda Maluku Utara dan dua unit kendaraan dari Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Maluku Utara turut dikerahkan ke lokasi.

Dukungan juga datang dari Kodim 1501/Ternate atau Korem 152/Babullah sebanyak satu unit, Damkar Kota Ternate dengan dua mobil suplai air dan dua mobil pemadam, serta Dinas PUPR Kota Ternate yang mengerahkan dua unit mobil suplai air.

Untuk mempercepat distribusi air, Perumda Ake Gaale juga telah membuka satu hidran di Kelurahan Takome pada Rabu, 7 Oktober, 2026.

Fasilitas tersebut memudahkan armada pemadam kebakaran dan kendaraan water cannon kepolisian memperoleh pasokan air tanpa harus menempuh jarak lebih jauh.

“Ini mempercepat tim di lapangan, karena lokasi ini jalur tempuhnya lebih dekat dalam distribusi air ke lokasi TPA. Semoga ini bisa membantu lebih cepat kita memadamkan sisa api di TPA,” pungkas Naim.

Mag Fir
Editor