poskomalut, Warga enam Desa di Kecamatan Patani Barat, Halmahera Tengah melangsungkan deklarasi damai, pada Jumat (2/10/2026).

Enam desa yang dimaksud Banemo, Bobane Jaya, Bobane Indah, Bobane Remdi, Mareala dan Sibenpopo.

Deklarasi ditandai dengan tanda tangan prasasti dan dokumen damai disaksikan, Wakapolda Maluku Utara, Brigjen Pol. Slamet Haryadi, Wakil Gubenur Maluku Utara, Sarbin Sehe, Bupati Halmahera Tengah, Ikram Sangadji, Kapolres Halmahera Tengah, AKBP Fiat Dedawanto dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) termasuk unsur TNI.

Hadir juga enam Kepala Desa (Kades), lintas tokoh dan para warga yang menyaksikan deklarasi damai konflik Banemo-Sibenpopo.

Kegiatan tersebut terpantau berjalan hangat dan penuh haru. Para warga saling berpelukan usai penandatangan prasasti.

“Siang hari ini kita melaksanakan kegiatan Deklasi damai dilakukan Pemda Halteng dan warga enam desa,” kata Wakapolda Maluku Utara, Brigjen Pol. Slamet Haryadi usai deklasi

Brigjen Pol. Slamet menyatakan, pada intinya Polda Maluku Utara akan seprofesional mungkin sesuai dengan porsinya dan kolidor hukum.

“Kedepan apa yang sudah terjadi jangan sampai terjadi kembali. Karena Polda Maluku Utara tetap profesional, humanis dan transparan. Pada prinsipnya dengan perdamaian ini dimulainya satu kehidupan yang kembali normal yang tidak mudah terprovokasi,” tegasnya.

Sementara Wakil Gubernur Maluku Utara, mengatakan, bahwa untuk warga Banemo dan Sibenpopo pada faktanya telah berdamai.

“Itu artinya secara fakta sosial telah damai yang ditandai dengan tanda tangan diatas kertas yang itu menjadi momen terbaru untuk hari esok,” terangnya.

Sarbin Sehe juga turut memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah, Polda Maluku Utara dan jajaran terumata para kepala desa yang menjadi pahlawan suka cita damai.

“Kami berharap ini menjadi pelajaran kita untuk melangkah lebih jauh, yang kemarin biarlah berlalu dan yang kurang ayo kita perbaiki di masa yang akan datang,” tandasnya.

“Apressiasi yang sama kepada masyarakat enam desa ini yang hadir dan bisa melihat langsung untuk mewujudkan Halmahera Tengah yang damai,” sambungnya.

Di waktu yang sama Bupati Halmahera Tengah, Ikram Sangaji Bupati Halteng menyatakan komitmen Pemda dalam mendukung pemulihan pasca konflik di Patani Barat.

Ikram bahkan mengajak seluruh masyarakat jadikan perdamaian sebagai kepentingan bersama dan kesampingkan perbedaan.

“Tidak ada masyarakat yang inginkan konflik terus berlangsung, mari kita jadikan hari ini momentum untuk buka lembaran baru dan bangun kembali kebersamaan,” kata Ikram.

Orang nomor satu Halmahera Tengah itu turut meminta kepada kades, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda terus jaga komunikasi.

“Pemda akan terus koordinasi dengan TNI dan Polri! Kita ingin masyarakat merasa aman, beraktivitas baik dan bersama bangun Halteng,” terangnya.

“Dan perlu kita sama-sama jaga nilai-nilai Fagogoru di Halteng yang selama ini kita pelihara ditengah masyarakat,” sambungnya mengakhiri.

Mag Fir
Editor