poskomalut, Sejumlah perusahaan tambang di Maluku Utara masuk dalam pemetaan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Malut terkait dugaan penyalahgunaan dan peredaran narkotika.

Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Arif Budiman meminta Dirresnarkoba yang baru, Kombes Pol. Azhar Nugroho, segera menindaklanjuti hasil pemetaan dengan langkah konkret di lapangan.

“Pokoknya menjadi pekerjaan rumah khusus, khususnya pada Direktur Narkoba yang baru, segera action untuk memberantas narkoba yang potensinya cukup besar, termasuk yang tadi disampaikan di perusahaan-perusahaan yang ada di Maluku Utara,” kata Arif saat diwawancarai di Mapolda Malut, Rabu (21/10/2026).

Menurutnya, pola peredaran narkotika di wilayah yang menjadi perhatian kepolisian telah dipetakan berdasarkan informasi dari jajaran terkait.

“Sudah ada penyampaian dari stafnya, sudah digambarkan pola-pola peredarannya. Mudah-mudahan dengan kehadiran Dirnarkoba yang baru menjadi angin segar untuk pemberantasan narkoba di Maluku Utara,” ujarnya.

Senada, Dirresnarkoba Polda Malut, Kombes Pol. Azhar Nugroho, membenarkan pemetaan sejumlah wilayah dan perusahaan yang diduga memiliki indikasi penyalahgunaan narkotika di kalangan pekerja.

“Tetap nanti akan kita tindak sesuai dengan komitmen Bapak Kapolri, terutama di program Quick Wins, program kelima, pemberantasan narkoba,” kata Azhar.

Tak hanya menyasar pengguna dan pelaku di lapangan, Azhar menegaskan penindakan akan diarahkan hingga ke jaringan pemasok dan bandar.

Pihaknya juga memberi perhatian terhadap dugaan keterlibatan oknum polisi yang melindungi aktivitas peredaran narkotika.

“Termasuk backing-backingan oknum-oknum juga pasti kita sampai ke atas, nanti sampai ke bandarnya kita coba sentuh. Sekaligus menindak tegas yang terlibat,” tegasnya.

Mag Fir
Editor