Disahkan, APBD Halsel Naik 8,58 Persen

Rapat paripurna dihadiri Wakil Bupati, Hasan Ali Bassam Kasuba didampingi Wakil Ketua DPRD I, Umar H Soleman dan Wakil Ketua DPRD II, Muslim H Rakib.

LABUHA-pm.com, Rapat Paripurna Penandatanganan Nota Kesepakatan KUA dan PPAS Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2023 resmi disahkan.

Nota kesepahaman kebijakan umum anggaran perubahan dibacakan Wakil Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, Rabu (31/8/2023).

Pada kesempatan tersebut, wakil bupati menyampaikan, dalam rangka konsistensi dan keselarasan program pembangunan serta penyesuaian kebijakan pemerintah baik provinsi maupun pusat.

Mengacu pada program prioritas pembangunan yang tertuang dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Perubahan Kabupaten Halmahera Selatan 2023.

Dalam penyusunan rancangan APBD Perubahan sambung wakil bupati, dilakukan penyesuaian kondisi daerah dengan melihat perkembangan ekonomi pada satu semester belakangan, baik asumsi makro ekonomi nasional maupun daerah serta kebijakan fiskal pemerintah.

Pada rancangan APBD Perubahan pendapatan daerah disepakati mengalami kenaikan sebesar 8,58 persen. Di mana target pendapatan sebelumnya sebesar Rp1 triliun lebih disepakati mengalami kenaikan pada rancangan perubahan menjadi Rp1,9 triliun dengan rincian, Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebelumnya Rp169 miliar pada rancangan perubahan disepakati mengalami kenaikan menjadi Rp184 miliar atau 8,88 persen.

“Sedangkan untuk pendapatan transfer sebelumnya Rp1,6 triliun, disepakati kenaikan pada APBD Perubahan 2023 menjadi Rp1,7 triliun atau sebesar 8,89 persen,” ujarnya.

Sementara kebijakan belanja pada perubahan APBD tahun 2023 dengan melihat kondisi makro disepakati terjadi kenaikan pada belanja daerah sebesar 13,41 persen dari target alokasi belanja sebelum perubahan sebesar Rp1,7 triliun naik pada target rancangan APBD Perubahan sebesar Rp2,11 triliun.

Di mana belanja operasi target sebelum perubahan sebesar Rp999 miliar, mengalami kenaikan menjadi Rp1,18 triliun.

Untuk belanja modal sebelum perubahan Rp449 disepakati menjadi Rp676 miliar. Sedangkan belanja transfer target sebelum perubahan Rp310milar disepakati mengalami kenaikan sebesar Rp314 miliar atau 1,58 persen.

Selanjutnya, kata Bassam, pada penerimaan pembiayaan sebelum perubahan sebesar nol rupiah dan setelah perubahan disepakati menjadi Rp90 miliar, sedangkan pengeluaran pembiayaan sebelumnya Rp42 miliar disepakati mengalami perubahan menjadi Rp55 miliar.

Komentar

Loading...