LABUHA-pm.com, Identifikasi kasus HIV/AIDS di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut) tahun ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Kesehatan Halsel, Asia Hasyim mengatakan dinas tetap melakukan penulusuran, jika ada temuan kasus terbaru langsung di-skrining.

“Kemarin kami sudah turun langsung ke seluruh SMA, SMP dan kos-kosan di Labuha, justru yang lebih beresiko itu ke Waria,” ungkap Asia Senin, 5 Mei 2025.

Asia mengungkap tahun lalu jumlah kasus HIV di Halsel capai 101 kasus. Sementara, baru beberapa bulan berjalan tahun ini sudah ada 43 kasus.

“Yang positif tetap mendapat pengobatan,” bebernya.

Dirinya mengaku 43 kasus itu sementara masih ditangani Dinkes Halsel.

Mereka yang positif diberikan pengobatan secara teratur dari Rumah Sakit Umum Labuha dan Dinkes Halsel.

“Kita juga sudah mengaktifkan Perawat Dukungan dan Pengobatan (PDP).

“Dinas Kesehatan Halmahera Selatan sedang aktifkan layanan PDP bagi Orang Dengan HIV (ODHIV),” tuturnya.

Itu merupakan layanan penting yang memungkinkan bagi penderita HIV/AIDS untuk mengakses terapi Anti-Retroviral (ARV).

Selain PDP, Dinkes juga fokus akan pada pencegahan dan mendeteksi dini HIV/AIDS. Terutama di wilayah rawan dan kelompok yang berisiko.