SOFIFI-PM.com, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Malut dan TNI-AU mulai rapat membahas penandatangan kerja sama pembangunan SMK Penerbangan di Kabupaten Pulau Mortai.
Ini dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Pemprov ke 21 dan HUT TNI AU ke 75 yang dirangkaikan dengan penandatanganan Kerja sama gubernur dan Panglima AU disaksikan Danlanud dan Kadikbud Malut.
Kepala Seksi (Kasi) Sarban Lanud Watimena Mayor Iman Matropranolo menyampaikan, rapat tersebut untuk membahas masalah teknis persiapan pembentukan panitia rangkaian kegiatan, serta persiapan undangan Forkompinda Malut dalam rangka HUT TNI AU HUT Pemprov yang ke 21 pada tanggal 12 Oktober sehingga penandatangan di tanggal 11 Oktober.
Pihaknya juga mengundang Gubernur dan Forkompinda untuk saksikan operasi di Bandar Udara Leo Wattimena Mortai pada tanggal 10 Oktober. “Pembangunan SMK Penerbangan di Leo Wattimena Morota ini, kita kerja sama. Lahannya dari TNI AU, tenaga pendidik kita bantu dari Yayasan,” jelasnya.
Dikatakan, untuk Puput dari SMK penerbangan nanti disalurkan di Taruna angkatan udara maupun bekerja di bagian penerbangan di Bandar udara Leo Wattimena. Menurutnya, karena di Maluku Utara belum ada sehingga pihaknya akan menyiapkan tempat, dan renacananya ada fasilitas sekolah serta mesin juga sehingga terpusat disitu tidak bisa keluar dari pendidikan dan lebih terpantau.
Kadikbud Malut Imam Makhdi menyampaikan, penandatangan kerja untuk pembangunan SMK penerbangan ini digelar pada tanggal 11 Oktober. Hal ini dalam rangka mengikuti Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi ke 21 sehingga renacananya nanti lokasi di lakukan di gelora Kieraha dirangkaikan dengan antraksi terjun payung oleh TNI AU.
Oleh karena itu, semua bupati dan walikota akan diundang untuk bisa hadir pada pelaksanaan itu, karena langsung dengan penandatangan kerjasama panglima AU dengan gubernur yang disaksikan oleh sekda Danlanud dan dirinya sendiri selaku kepala dinas.
Pembangunan SMK penerbangan ini kerja sama dengan Danlaud dan lokasinya di bandar udara Mortaidimana lahan dari TNI AU dan yayasan yang melaksanakan juga TNI AU. “Kita kerja sama untuk bangun SMK penerbangan dan tenaga pendidik dari yayasan tetap akan melihat kurikulum yang ada,” jelasnya.
Untuk tahap awal ini, dilihat berapa jurusan yang akan dibuka, sambil dilihat perkembangannya dan tetap tambahkan jurusan. Sebab ini menyangkut sarana- prasarana juga apabila sekolah jadi dilakukan maka sistemnya boardingschool itu yang harus dipikirkan kedepan.
Sebab kalau sarana prasarana tidak didukung, tidak mungkin membuka jurusan yang banyak. Lahan yang disediakan SMK Penerbangan itu lumayan luas sehingga Dikbud optimis akan menjadi SMK yang pertama di Maluku Utara dan Maluku. “Kita awali dengan MoU, selanjutnya nanti menjadi kerja Dinas dan TNI AU. Kita secepatnya jalan, urusan terkait guru akan kita atur sesegera mungkin,” tutupnya. (iel/red)



Tinggalkan Balasan