Deprov Malut Sebut Ada Pasien Covid-19 Diistimewakan

Sukri Ali

SOFIFI-PM.com, DPRD Provinsi (Deprov) Malut mulai mencurigai kinerja gugus tugas provinsi dalam penanganan pasien covid-19. Pasalnya, ada pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 yang sudah berbulan-bulan dikarantina tetapi belum dinyatakan sembuh. Keadaan terbalik dengan pasien yang baru dinyatakan positif tetapi memakan waktu lama langsung sembuh.

“Penanganan Covid-19 yang dilakukan tim gugus tugas Covid-19 Malut ada yang diistimewakan. Kita bisa lihat, beberapa pasien Covid-19 sudah dikarantina berbulan-bulan namun juga belum sembuh, tetapi ada pasien baru terkonfirmasi positif, tak sampai satu bulan sudah dinyatakan sembuh,” tandas anggota Komisi III Deprov Malut Sukri Ali dihadapan Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba.

Politisi Partai Hanura itu lantas mendesak Gubernur Abdul Gani Kasuba (AGK) yang juga ketua gugus tugas agar belih aktif terhadap persoalan Pandemi wabah Covid-19 ini. Hal ini dikarenakan, angka kesembuhan pasien covid-19 di Malut masih sangat rendah jika bandingkan dengan angka terkonfirmasi positif. ”Tim gugus kerja lebih ekstra, karena angka kasus terus meningkat sementara angka kesembuhan masih rendah,” desaknya.

Selain itu, Sukri juga menyoroti perbedaan data kesembuhan pasien covid-19 di gugus tugas. Dimana beberapa waktu lalu, pihak PT NHM mengumumkan karyawan terkonfirmasi positif Covid-19 sudah dinyatakan sembuh sebanyak 255 orang. Sayangnya, data gugus tugas tidak ada perubahan angka kesembuhan. “Kalau seperti inikan bikin publik bingung. Perbedaan data ini, membuat publik semakin tidak percaya pada tim gugus Tugas Covid-19 Malut. Seharusnya, gugus tugas harus koordinasi dengan pihak PT. NHM soal data kesembuhan karyawan dari covid-19, bukan justru membantah data tersebut,” tegasnya.

Sementara, Gubernur Abdul Gani Kasuba saat dikonfirmasi mengaku bahwa pelayanan pasien Covid-19 yang saat ini menjalani karantina di Hotel Sahid Bela Ternate itu tidak dibeda-bedakan, semau sama. ”Pelayanan di sana (Hotel Sahid, red) sama tidak dibeda-bedakan apa lagi di prioritaskan. Jadi tergantung pada hasil pemeriksaan, Jika masih positif maka belum bisa dipulangkan,” katanya.

Gubernur mencotohkan pada keluarganya yang terkonfirmasi positif Covid-19 yang menjalani masa karantina yang cukup lama. “Sampai saat ini, dua anak saya belum juga sembuh, padahal ibunya sudah sembuh. Mestinya kan harus sama-sama sembuh, tapi sampai saat ini baru istri saya (ibu gubernur) yang sembuh, sementara hasil dua anak saya belum negative.Jadi tidak dibeda-bedakan dalam pelayanan, jadi butuh kesabaran,” harapnya.

Ia menambahkan jika terlalu lama hasilnya negatif sementara pasien itu sehat tanpa gejala bisa keluarkan untuk karantina mandiri di rumah, asalkan bersedia jalankan protokol kesehatan Covid-19. ”Sekarang ini kan bisa lakukan isolasi mandiri di rumah kalau kondisi sehat dan tanpa gejala asalkan jalankan protokol kesehatan,” kata AGK. (iel/red)

Komentar

Loading...