Desak APH Lidik Oknum Pegawai PAM Ake Gaale

Muhammad Konoras. foto-Ollong/pm.com.

TERNATE-pm.com, Praktisi Hukum, Muhammad Konoras mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) segera menyelidiki dugaan pinupuan pemasangan meteran air yang diduga dilakukan oknum di PAM Ake Gaale, Ternate.

Konoras mengatakan, dugaan penipuan terhadap pelanggang air, di mana pelakunya adalah kerabat dekat salah satu Dewan Pengawas (Dewas) PAM Ake Gaale patut disesalkan. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan perilaku buruk yang merugikan pelanggang.

"Oleh karena itu kepada pihak yang berwajib APH baik polisi atau jaksa segera melakukan penyelidikan untuk memastikan, apakah benar terjadi penipuan atau tidak. Dan hal ini tidak ada kaitannya dengan oknum anggota Dewas," cetus Konoras, di Ternate, Jumat (12/5/2023).

Selain itu menurut Konoras, tindakkan oknum pegawai yakni Muid Husen alias Muid Moti itu bersifat pribadi. Jadi harus dimintai pertangggungjawab secara pribadi. Lain halnya kalau aliran dana yang diambil atau ada bukti yang diduga mengarah pada keterlibatan anggota Dewas.

Praktisi hukum senior itu menerangkan, tidak perlu heran kalau sebuah lembaga atau perusahaan dibentuk pemerintah daerah, dan oknum yang menduduki jabatan strategus karena berdasarkan pada balas budi politik, profesionalisme atau kompetensi pasti terabaikan. Imbasnya pada pelayanan dan praktik kotor yang merugikan masyarakat.

"Banyak contoh kasus yang saat ini sedang bergulir di pengadilan pidana, itu merupakan tontonan buruk bagi pejabat yang menempatkan pegawainya hanya berdasarkan rekomendasi tim sukses saat pertarungan merebutkan tahta kekuasan. Semuanya hanya menghasilkan keuntungan yang tidak memberikan manfaat bagi masyarakat banyak, tapi hanya untuk diri dan keluarganya sendiri," sentilnya.

Peristiwa yang dialami tujuh kepala keluarga di RT 08 RW 04, Kelurahan Sango, Ternate Utara, Konoras meminta kepada masyarakat lebih berhati-hati terhadap petugas yang datang ke rumah untuk menawarkan pemasangan meteran atau motif lainnya.

Sekdara diketahui, para korban ditipu terduga pelaku Muid Husen alias Muid Moti hingga puluhan juta rupiah.

Muid merupakan pegawai Perumda Ake Gaale bagian produksi. Informasi yang diterima, Muid adalah sepupu dari Halid Thalib alias Chalmot Moti, salah satu Dewan Pengawas Perumda Ake Gaale.

Masalah ini terbongkar ketika petugas Perumda Ake Gaale mengetahui dan memutus pipa distribusi air ke rumah para korban pada pertengahan Mei 2023. Salah satu warga yang menjadi korban membenarkan perihal tersebut.

“Diputus karena tidak ada meteran air. Yang terpasang hanya satu kran air di masing-masing rumah, jadi tujuh rumah tujuh kran. Itupun disambung dari pipa induk lalu dibuat jaringan menggunakan pipa ¾ ke tiap rumah,” ungkap warga yang enggan menyebut namanya itu saat ditemui di kediamannya, Senin 8 Mei 2023.

Dirinya mengkau heran, kenapa pemasangan air tidak disertai meteran. Padahal mereka sudah bayar biaya pemasangan dan meteran.

Komentar

Loading...