Gelar Diversi, Kejari Halut Selamatkan Masa Depan Remaja 14 Tahun

Kejaksaan Negeri Halut berhasil menggelar diversi penyelesaian kasus terhadap Al.

TOBELO-pm.com, Rasa haru tergambar di wajah pelaku pencurian Motor Inisial Al (14) karena dibebaskan dari jerat hukum. Itu setelah Kejaksaan Negeri Halut berhasil menggelar diversi penyelesaian kasus terhadap Al.

Diketahui motif dibalik mencuri speda motor yang dilakukan bocah berusia 14 tahun merupakan tindakan terpaksa. Sebab Al mencuri motor demi menemui ibunya.

Selain itu, Al juga dianggap memenuhi syarat dalam UU Perlindungan Anak, sehingga Kejari menggelar diversi untuk membebaskan Al dari jeratan kurungan badan.

Bocah itu, terlibat perkara hukum setelah mencuri sepeda motor milik pendeta di Desa WKO, Kecamatan Tobelo Tengah, beberapa waktu lalu. Sepeda motor itu lalu digunakan untuk mencari ibunya yang sudah lama terpisah. Mirisnya orang tua Al sudah lama bercerai, dan ia terpisah lama dengan ibunya, sebab selama ini Al tinggal dengan keluarga ayahnya.

Kepala Kejari Halut, Agus Wirawan Eko Saputro mengungkapkan, diversi dilaksanakan pada Selasa 7 Februari kemarin setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kemal Dwi Handika menerima penyerahan barang bukti dan anak (tahap II) dari penyidik Polres Halut, Senin 6 Februari.

JPU langsung berkoordinasi dengan saya, dan atas dasar syarat pelaksanaan diversi seperti yang tertuang dalam Pasal 7 ayat (1) UU 11/2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak terpenuhi untuk dilakukan diversi serta melihat latar belakang anak yang melakukan tindak pidana.

"Kami memutuskan untuk dilaksanakan diversi pada penyelesaian kasus tersebut," ungkap Agus, Jumat (10/2/2023).

Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan Pasal 2 huruf d UU SPPA di mana Sistem Peradilan Pidana Anak harus dilaksanakan dengan menimbang kepentingan terbaik bagi anak. Serta Pasal 5 UU SPPA di mana Sistem Peradilan Pidana Anak wajib mengutamakan pendekatan keadilan restoratif.

"Diversi dalam kasus anak berinisial AL ini menghasilkan kesepakatan diversi pada tanggal 7 Februari tahun 2023 yang dipimpin Jaksa Penuntut Umum Kemal Dwi Handika dihadiri oleh Kian Weisermay dan ibu Rosdiane sebagai pihak korban, anak dengan pendampingnya, Bapak Sungsang

Nugroho sebagai perwakilan dari Balai Pemasyarakatan Kelas II Tidore, dan Bapak Endang Huwe sebagai perwakilan dari Dinas Perlindungan Anak dan Perempuan Halmahera Utara," terang Agus.

Diversi itu menghasilkan kesepakatan mengembalikan anak kepada orang tuanya untuk dilakukan pendampingan dan dilanjutkan pendidikannya.

"Kesepakatan diversi tersebut ditindaklanjuti oleh Kejaksaan Negeri Halmahera Utara dengan mengeluarkan permohonan penetapan diversi pada Pengadilan Negeri Tobelo pada tanggal 8 Februari 2023, dan menghasilkan Penetapan Pengadilan Negeri Tobelo Nomor 1/Pen.Div/2023/PN.Tob tanggal 9 Februari 2023," jabar Agus.

Dalam penetapannya, PN Tobelo mengabulkan permohonan diversi Penuntut Umum, mengembalikan barang bukti sebuah motor Yamaha Mio Soul kepada pemiliknya, mengembalikan anak kepada orangtuanya untuk dilakukan pembimbingan dan dilanjutkan pendidikannya.

"Penetapan Pengadilan Negeri Tobelo tersebut dijadikan dasar bagi Kejaksaan Halmahera Utara untuk mengeluarkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan Nomor B-141/Q.2.12/Eoh.2/02/2023 tanggal 9 Februari 2023 atas perkara yang dilakukan oleh anak," ujar Agus.

"Lalu pada hari Jumat tanggal 10 Februari 2023, melalui Surat Perintah Pengeluaran Tahanan Nomor PRINT-32/Q.2.12/Eoh.2/02/2023 Kejaksaan Negeri Halmahera melakukan pengeluaran anak dari tahanan sebagai bentuk pelaksanaan dari penetapan diversi dari Pengadilan Negeri Tobelo," sambungnya.

Setelah keluar dari tahanan, AL akhirnya bisa kembali bertemu dengan ibunya yang lama ini terpisah. Sang ibu juga dapat kembali melaksanakan kewajibannya memberikan pendidikan dan pembimbingan kepada Al.

"Kejaksaan Negeri Halmahera Utara senantiasa melaksanakan penegakan hukum dengan humanis sejalan dengan arahan dari Jaksa Agung ST Burhanudin, di mana dalam melaksanakan penegakan hukum haruslah berdasarkan kebenaran dan keadilan. Keadilan tidak ada dalam buku, namun keadilan terdapat dalam hati nurani," pungkas Agus.

Komentar

Loading...