SOFIFI-PM.com,  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut dan PT Pertamina jalin kerjasama untuk optimalisasi Pendapatan Pajak Bahan Bakar minyak (BBM). Kerja sama ini dituangkan dalam Penandatanganan kerjasama yang dilakukan secara virtual.

Untuk provinsi Malut, kerjasama ini berlangsung di kediman gubernur Malut di Ternate, eks hotel crisan yang diinisiasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK-RI) dihadiri dihadiri langsung Gubernur Abdul Ghani Kasuba dan Executive General Manager Regional Papua Maluku Yoyok Wahyu Maniadi, Senin (14/12/2020).

Gubernur Abdul Ghani Kasuba dalam sambutan tertulisnya mengatakan, dalam amanatnya mengatakan, kerjasama dengan pihak PT. Pertamina ini tentunya memperhatikan surat dari KPK nomor B-2904/KSP.00/10.16/06/2020 tertanggal 18 Juni 2020 perihal koordinasi terkait pajak bahan bakar kendaraan bermotor yang diminta untuk melakukan sinkronisasi data secara transparan dan terpadu kepada pemerintah daerah diwilayah masing-masing.

“Saya mengapresiasi, PT. Pertamina yang telah melaksanakan kerjasama sehingga bisa lebih meningkatkan komitmen bersama dalam rangka peningkatan pendapatan asli daerah di Malut kedepan,” ungkap gubernur.

Kapala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Malut Ahmad Purbaja usai penandatanganan mengaku pajak bahan bakar kendaraan bermotor yang disetor tahun 2019  sebesar Rp 97.687.304.167 naik di tahun 2020 (sampai November) menjadi Rp 97.600.000.000.

Ia mengaku, penandatanganan kesepakatan anatar PT Pertamina (Persero) dengan Pemprov ini dapat meningkatkan pajak BBM. Selain itu dapat mengetahui berapa Banyak data BBM yang digunakan di luar dari Maluku Utara.”Selama ini   Masih parsial-parsial yang kita dapatkan. Sehingga ini bagian dari intensifikasi pajak daerah. Artinya kita melihat ada satu jenis pajak yang masih bisa dioptimalkan,” jelasnya.

Sementar itu, Executive General Manager Regional Papua Maluku Yoyok Wahyu Maniadi dalam laporannya mengatakan, PT. Pertamina selaku BUMN yang diberikan amanah dan penugasan pemerintah akan terus berkomitmen untuk terus menjamin ketersediaan energi khususnya diwilayah Indonesia Timur.

Bahkan, pengambangan energi ramah lingkungan dan berkelanjutan akan menjadi visi dan misi Pertamina kedepan.”, melalui kerjasama antara pertamina dan Pemprov Malut ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan yang lebih oleh daerah,” harapnya. (iel/red)