TERNATE-PM.com, Gubernur Maluku Utara KH Abdul Gani Kasuba yang juga Ketua Dewan Penasehat Badan Pengurus (BP) Sibualamo Provinsi Maluku Utara, didampingi Ketua BP Sibualamo Provinsi Malut Saifuddin Djuba menyerahkan surat keputusan (SK) plt Ketua Cabang Sibualamo di delapan kabupaten/kota yakni, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Halmahera Timur, Halmahera Selatan, Halmahera Tengah, Kota Ternate, Kota Tidore kepulauan dan pulau Morotai.
Selain menyerahkan SK Plt ketua Cabang Sibualamo di delapan kabupaten/kota, AGK juga membuka secara resmi pelaksanaan rapat kerja (Raker) BP Sibualamo Provinsi Maluku Utara dengan Tema ‘Canga Dalam Lintasan Zaman’ transformasi nilai dan semangat dalam merespon tantangan zaman. Acara dihadiri oleh Pimpinan SKPD dilingkungan Provinsi, Sekda Malut, Sekot Ternate, para Sesepuh Togale, Dewan Penasehat BP Sibualamo, Pengurus Sibualamo lama serta masyarakat Togale, berlangsung di ballroom Restoran Floridas, Minggu (18/10/2020).
Gubernur Malut KH Abdul Gani Kasuba dalam sambutannya menyampaikan, generasi Togale agar selalu menjaga dan menjunjung tinggi budaya terutama bahasa, jangan sampai hilang seiring dengan perkembangan zaman. “Negeri sipil ni dibangun para leluhur kita, kesultanan kita, maka budaya yang mereka wariskan kita jaga jangan sampai hilang terutama bahasa,”katanya.
AGK mengaku, bahasa Galela dan Tobelo jarang didengar dikalangan generasi Togale, berbeda dengan bahasa daerah lain misalnya bahasa makean, dan Tidore yang sering didengar di ruang-ruang publik. Untuk itu dirinya mengingatkan agar bahasa Falel maupun atas Tobelo harus dijaga dan sering digunakan karena dengan bahasa dapat menyatukan kita.
“Saya berharap bahasa Galela maupun Tobelo sering kita gunakan dalam lingkungan Togale jagan sampai hilang, karena berapa kali saya kunjungan, saya temukan hanya dimengerti tapi tidak bisa diucapkan,”ungkapnya.
Sementara Ketua Sibualamo BP Provinsi Maluku Utara Saifuddin Djuba mengatakan, dibentuknya Sibualamo di kabupaten/kota ini dapat memperkuat solidaritas masyarakat Togale serta memelihara nilai-nilai budaya Tobelo Galela yang dicanangkan para leluhur selama ini, untuk itu lembaga ini lebih mengarah pada kegiatan sosial.
“Dengan lembaga Sibualamo ini dapat memperkuat kebersamaan dan menjaga nilai budaya dan bahasa kita, ditengah perkembangan zaman, ,”katanya.
Ia berharap, plt Ketua Sibualamo di delapan daerah ini, dapat menjalankan tugas dan amanah dengan baik, sehingga pelaksanaan musyawarah dengan waktu yang diberikan 6 bulan dapat berjalan dengan baik. “Tugas plt ketua di delapan daerah ini melakukan musyawarah Sibualamo,”katanya.
Hasil rapat kerja Sibualamo melahirkan rekomendasi, baik secara eksternal dan internal, untuk eksternal disampaikan ke Pemerintah Provinsi Malut sebagi fungsi kontrol, sementara rekomendasi internal lebih banyak pada penguatan kelembagaan, dan penyusunan program kerja kedepan.(iel/red)



Tinggalkan Balasan