SOFIFI-PM.com, Tim Gugus Tugas penanganan virus Corona (Covid-19) Provinsi Maluku Utara menghabiskan dana sebesar Rp 122 miliar lebih, sejak ditetapkan tanggap darurat pandemi Covid-19 pada Maret-Agustus 2020.

Kepala Badan Pengelolaan keuangan daerah (BPKPAD) Provinsi Malut Bambang Hermawan saat dikonfirmasi wartawan Posko Malut, Senin (1/9) kemarin mengatakan realisasi anggaran Covid-19 Malut sampai 29 Agustus 2020 mencapai Rp 122 miliar lebih. ”Tanggap darurat berakhir tanggal 29 Agustus, pencairan anggaran Covid-19 Rp 122 miliar lebih dari dana yang direalokasi sebesar Rp 163 miliar, sehingga sisa dana Covid-19 masih Rp 30 miliar lebih,” katanya.

Bambang mengaku, penyerapan terakhir sekitar Rp 30 miliar lebih untuk infrastruktur kesehatan yakni Rp 14 miliar untuk RSUD CB Ternate dan sekitar Rp 17 miliar untuk RSU Sofifi. ”Belanja ini sudah lama, namun baru direalisasikan, karena belanja tak terduga itu tanpa uang muka. Barang sudah ada baru dibayarkan. Jadi sekarang Penanganan Pasien Covid-19 bisa di RSUD CB Ternate dan RSU Sofifi sebagai lokasi karantina pasien Covid-19,” katanya.

Lanjut Bambang, belanja terbesar sepanjang Penanganan Covid-19 itu, di Dinas Kesehatan berkaitan dengan infrastruktur kesehatan, kemudian RSUD CB Ternate untuk belanja obat, dan honor para petugas dalam gugus tugas Covid-19 Malut. ”Belanja besar itu masalah kesehatan baik infrastruktur serta Penanganan Covid-19,” ungkapnya.

Bambang mengaku, sisa dana Covid-19 ini masih sekitar Rp 30 miliar lebih, pasalnya sebagian dana penanganan bencana banjir di tiga daerah yakni Kepulauan Sula, Pulau Morotai dan Halmahera Tengah. ”Awalnya sisa dana masih Rp 40 miliar lebih, namun karena ada bencana banjir di beberapa daerah jadi sudah digunakan juga. Jadi sisa tinggal Rp 30 miliar lebih,” kata Bambang.

Ia menambahkan sisa dana Covid-19 ini akan direalisasikan jika sudah ada petunjuk teknis yang baru. ”Masa tanggap darurat kan tidak lagi diperpanjang, jadi sisa dana ini akan dipakai jika ada juknis baru terkait dengan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi,” katanya. (iel/red)