TOBELO-pm.com, Halmahera Utara mencatat saat ini mengoleksi 999 penderita HIV/AIDS. Ini sesuai data Dinas Kesehatan Halmahera Utara yang ditangani sejak 2022.
Dari data tersebut, Halut keluar sebagai zona merah mudah terpapar virus HIV/AIDS di Maluku Utara. Hal ini tentu menguatkan asumsi lemahnya pemerintah mengatasi penyakit berbahaya tersebut.
Kepala Dinkes Halut, Selpianus H. Kaya dikonfirmasi mengatakan, secara umum sejak 2010 lalu hingga 2023, jumlah penderita HIV/AIDS di Halut terus melonjak.
“Memang angka HIV dan AIDS terus naik dari tahun ke tahun, ini tentunya menjadi perhatian bersama untuk menjaga diri selain dilakukan upaya pencegahan oleh Pemda melalui Dinkes,” katanya, Rabu (16/08/2023).
Selpianus menegaskan kepada masyarakat umum terutama pengunjung tempat hiburan malam agar lebih berhati-hati, agar dapat terhindar dari penyakit mematikan tersebut.
“Pemeriksaan kesehatan terhadap PSK yang ada di tempat hiburan malam, memang banyak ditemukan sudah terpapar virus, dan tim medis menemukan kasus itu dilakukan penanganan seperti diberikan obat-obatan pencegahan,” ujarnya.
Lebih lanjut ia menyatakan, Dinkes sudah menyiapkan orang-orang khusus, karena selain menyangkut privasi, diperlukan tenaga medis dan dokter yang benar-benar ahli di bidang tersebut.
“Kami sudah percayakan beberapa nakes dan dokter yang ada di Puskesmas Tobelo Tengah untuk pemeriksaan terhadap PSK, dan itu mereka melakukan secara rutin setiap minggu, jika ditemukan ada yang sudah terinfeksi maka akan dilakukan karantina,” tuturnya.



Tinggalkan Balasan