Kans Kopri Perempuan Pertama Rebut Ketua PKC PMII Malut

Penulis : Harisa Torano 

"Petualangan terbesar yang kau bisa lakukan adalah memperjuangkan mimpimu menjadi kenyataan." - Oprah Winfrey

Memilih Sosok perempuan hebat berjargon #PMII Bergerak, puan bernama Wahida Abd Rahim. Ia merupakan aktivis perempuan sekaligus kader kopri pertama yang bertarung sebagai Ketua PKC PMII Maluku Utara. Segudang pengalaman yang ia peroleh, meyakinkan dirinya untuk ikut bertarung dalam pemilihan Ketua Umum PKC PMII Maluku Utara.

Saat ini, kontestasi pemilihan ketua umum PKC PMII Maluku Utara periode 2022-2024 kian dekat. Berbagai kesiapan oleh Badan Pekerja Konferensi (BKF) sudah dimatangkan, tidak terkecuali para bakal calon kandidat.

Para kandidat bukan hanya sekedar maju bertarung hingga terpilih. Tetapi, lebih dari pada itu, calon kandidat harus memiliki rekam jejak yang menjadi bahan diskusi arus balik para kader menjelang musyawarah tertinggi tingkat wilayah Maluku Utara.

Perempuan kelahiran 10 September 1997, Desa Bobaneigo, Halmahera Barat itu tentu sudah dikenal para kader PMII, bahkan sejumlah aktivis pergerakan di Maluku Utara, meski begitu perempuan ini cendrung terlihat biasa-biasa saja, humoris dan suka berkolaborasi.

Kepiawaian dalam dunia organisasi internal maupun eksternal ia geluti sudah sejak 2016, saat menginjakkan kaki dalam perguruan tinggi di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate.

Wahida Abd Rahim aktif terlihat sejak mengikuti jenjang kaderisasi PMII, yaitu MAPABA 2016. Berangkat dari sinilah perempuan ini mulai menyelami berbagai aktivitas dan kolaborasi tanpa batas dalam lintas organisasi pergerakan. Selama di kampus, Wahida jarang memilih diam atau apatis, dirinya lebih memilih meleburkan membangun lokus diskusi dengan iklim kritis mahasiswa IAIN Ternate.

Jenjang awal kepemimpinannya terbangun ketika Wahida menjadi Sekertaris I Dewan Mahasiswa IAIN Ternate, inilah bangunan awal hingga perempuan berjargon PMII Bergerak itu melebarkan sayap pengalaman ke sejumlah organiasi kritis.

Menjadi Direktur LPI Maluku Utara, Kader Walhi Maluku Utara, pengurus NETFID Maluku Utara, Anggota Communitas Falasanny, bahkan terlibat mendirikan LEMPERSA IAIN Ternate.

Tak hanya itu, Wahida turut berperan penting ditubuh PMII mulai dari menjadi Ketua Kopri Komisariat IAIN Ternate, Ketua Kaderisasi Kopri PMII Ternate, bahkan menjadi Ketua Kopri PMII Maluku Utara. Maka bukan hal yang mustahil bagi Wahida untuk maju sebagai Ketua PKC PMII Maluku Utara 2022-2024.

Pada masa kepengurusannya menjadi leanding sector yang mampu membangun aliansi dengan sejumlah inti organiasi dan melebur bersama aksi-aksi masa di Maluku Utara.

Selain aktif dalam dunia gerakan, Wahida juga tidak melupakan jenjang kaderisasi di PMII. Hal ini dibuktikan dengan mengikuti pendidikan formal PKD, PKL, SIG, SKK dan juga SKKN.

Sebagai perempuan yang terlahir dari PMII, Wahida juga selalu mengikhtiarkan diri bahwa pertarungan menjadi ketua PKC PMII Maluku Utara semata-mata adalah ajang membesarkan organiasi.

Sosok Wahida Abd Rahim menjadi refleksi sekaligus leanding sector kader kopri pertama yang bertarung sebagai ketua PKC PMII Maluku Utara, tidak ada halangan dan alasan untuk tidak menjadi progresif dan produktif di PMII.

Komentar

Loading...