SOFIFI-PM.com, Pemerintah Provinsi Maluku Utara menargetkan pertumbuhan ekonomi Malut di tahun 2021 mencapai angka 5,6 persen atau (5,5 plus mines 1). Ini berdasarkan asumsi makro pembangunan Provinsi Maluku Utara di tahun 2021. Hal ini disampaikan Gubernur Malut, KH Abdul Gani Kasuba, dalam paripurna DPRD Malut, Selasa (17/11/2020).
AGK mengaku, makro pembangunan Malut mengalami penyesuaian-penyesuaian dengan memperhatikan situasi berjalan serta prospek ke depan pasca darurat covid di tahun 2021. “Makro pembangunan dirancang pertumbuhan ekonomi yang ditagetkan 5,5 plus minus 1, laju inflasi yang diasumsikan 2 sampai 4 persen, tidak mengalami perubahan, indeks rasio gini ditargetkan 0,307, indeks pembangunan manusia ditargetkan sebesar 69,00 point. Demikian juga tingkat kemiskinan diprediksi pada angka 6,4 sampai 7 persen. Dan indeks ketimpangan wilayah ditargetkan lebih membaik, pada posisi 0,26,”ungkapnya.
Orang nomor satu di Pemprov Malut itu mengaku memang tahun ini pihaknya menghadapi tantangan dan dinamika yang cukup berat. Disamping kosentrasi pada penanganan COVID-19 yang kemudian mengubah struktur penganggaran tahun 2020. ”Kita juga diperhadapkan dengan perubahan-perubahan regulasi yang memengaruhi proses perencanaan dan penganggran,”ungkapnya.
Namun, dengan komitmen dan kerjasama yang baik bersama deprov sehingga rancangan kebijakan umum anggaran plafon prioritas anggaran sementara tahun 2021 dapat dibahas. (iel/red)



Tinggalkan Balasan