SOFIFI-PM.com, Pandemi wabah virus Corona (Covid-19) sangat berdampak pada sektor ekonomi, terutama para pelaku industri kecil menengah dan usaha Kecil menengah (IKM-UKM). Untuk mendorong agar industri produktif tetap jalan, pemerintah pusat melalui bantuan presiden (banpres) akan memberikan bantuan modal usaha Rp 2,4 juta setiap industri produktif dan usaha kecil menengah di seluruh Indonesia termasuk di Maluku Utara (Malut).
Pemerintah provinsi (Pemprov) Malut melalui Dinas Koperasi dan usaha kecil menengah (UKM) Provinsi Malut telah mengusulkan sebanyak 8.023 IKM maupun UKM yang tersebar di 10 kabupaten/kota ke Pusat untuk mendapatkan bantuan modal usaha tersebut. Kota Ternate 922 IKM-UKM, Tidore Kepulauan 1.824 IKM-UKM, Halmahera Barat 404 IKM-UKM, Halmahera Timur 574 IKM-UKM,Kabupaten Halmahera Utara, 180 IKM-UKM, Halmahera Selatan 897 IKM-UKM, Halmahera Tengah 717 IKM-UKM, Pulau Morotai sebanyak 1.756 IKM-UKM, Taliabu 105 IKM-UKM dan kabupaten Kepulauan Sula 644 IKM-UKM.
“Bantuan Rp 2,4 juta itu buat tambahan Modal Usaha produktif buat Usaha mikro, data yang Terkumpul total Semaluku Utara Baru 8.023 Usaha Mikrodiusulkan ke pemerintah pusat,”hal ini Sampaikan kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Malut kata Wa Ode Jahria, saat dikonfirmasi wartawan Posko Malut, kemarin.
Wa Ode, mengaku usaha mikro yang kena dampak covid-19 akan menjadi perhatian serius, dengan kebijakan pemulihan ekonomi ini pemerintah pusat akan menyalurkan bantuan modal usaha produktif di seluruh Indonesia, termasuk usaha mikro di Maluku Utara. ”ini Bentuk bagian dari kebijakan Pemulihan sektor ekonomi, dan kami telah sampaikan data sebanyak 8.023 IKM maupun UKM di Malut ke pusat untuk bantuan modal Rp 2.4 juta,” harapnya.
Ia menambahkan bukan hanya Bukan Industri kecil saja yang diusulkan untuk dapat bantuan modal, namun juga UKM, usaha kuliner.” Bukan hanya Industri Saja Tapi seluruh Usaha Mikro, Kuliner, Aneka Olaha Kue, kios sembako,” ungkapnya. (iel/red)



Tinggalkan Balasan