poskomalut.com
baner header

Peserta MTQ Mengadu ke Gubernur Malut

Batasi Jumlah Peserta, Karo Kesra Malut DIdesak Mundur

SOFIFI-PM.com, Peserta pemenang Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) di Halmahera Tengah (Halteng) beberapa waktu lalu, Selasa (29/9) bertemu Gubernur Abdul Gani Kasuba (AGK).

Peserta MTQ ini mengaku, kecewa dengan kebijakan Kesra Malut yang tidak memberangkat seluruhnya ke MTQ tingkat Nasional, melainkan sebagian saja.

Kordinator  peserta MTQ, Aswin A Samsudin menyampaikan, setelah dikonfirmasi ke kordinator  pendataan peserta di kementerian agama RI terkait nama- nama yang diikutkan ke nasional ternyata tidak semua peserta dengan alasan ada pemangkasan anggaran  secara nasional sehingga dari jumlah  43 peserta, hanya 24 peserta diberangkatkan.

“Apabila Kesra hanya berangkatkan sebagian saja maka peserta  tidak ada yang akan berangkat. Itu bentuk protes torang terhadap panitia MTQ  Provinsi Malut dalam hal ini Kesra,” jelas Aswin seraya mengatakan, kenapa sejak awal Kesra tidak mengkonfirmasi. Disisi lain, besok ( hari ini, red) pendaftaran sudah tutup juga tidak disampaikan ke peserta, justru peserta yang mencari informasi sendiri.

“Informasi ini tertutup, dorang seakan – akan sengaja tara mau terbuka dengan peserta makanya agak sedikit kecewa bagi peserta yang kemudian mau ikut,” ungkapnya. Dia mengatakan, ada tiga tuntutan yang disampaikan ke gubernur, pertama; kalau boleh copot karo kesra dari jabatan karena tidak efektif, sudah banyak pelanggaran yang dilakukan terhadap peserta dari tahun ke tahun dan ini puncaknya.

Kedua; meminta agar peserta yang mengikuti seleksi MTQ Provinsi semua diberangkatkan ke MTQ nasional dan ketiga; apabila tidak diindahkan maka seluruh peserta tidak ada yang akan berangkat mengikuti MTQ nasonal, juga tidak mengikuti seleksi nasional STQ tingkat nasional yang diselenggarakan di Malut 2021 nanti.

Usai pertemuan Gubernur Abdul Gani Kasuba mengaku, memang karena Covid -19 sehingga harus koordinasi dengan tim satgas Covid -19 agar perjalanan peserta tidak menjadi hambatan karena semua Provinsi di Indonesia tidak mengirimkan semua peserta, apalagi di Jabar  PSBB, kemudian di Jakarta juga demikian. Disisi lain, Padang masuk zona merah sehingga meminta agar yang diberangkatkan benar- benar sehat. “Jangan sampai jalan, ada masalah torang akan menanggung kondisi ini,” kata gubernur.

Olehnya itu, kata gubernur hanya tiga mata lomba yang diberangkatkan di  Padang. “Namun karena peserta meminta kalau hanya tiga peserta mereka komitmen tidak ada yang ikut makanya saya meminta  agar  enam mata lomba. Namun satu mata  lomba  hanya satu atau dua orang saja, apakah dewasa agar tidak membengkak anggaran apalagi panitia pendamping yang tidak terlalu penting karena banyak ikut akhirnya Hotel penuh disana. Saya bilang batasi apalagi di Kesra barangkali 10 – 20 orang ikut saya bilang apa sebenarnya kasana bikin susah saja,”cecarnya.

Menurutnya, mengurus peserta pendamping satu kemudian berangkatkan peserta yang juara sebab masalah anggaran untuk MTQ sudah selesai. “Karena itu, kita pakai pinjam uang haji saya bilang kalau kita kekurangan dana DPRD harus ikut membantu saya agar memberangkatkan peserta MTQ semua,” bebernya.

Dia perintahkan Kabid agar koordinasi dengan Kanwil mencari solusinya karena besok ( hari ini, red) pendaftaran terakhir. ”Saya minta satgas Covid -19 Malut berkordinasi dengan panitia nasional agar teliti agar peserta benar- benar sehat. Jangan ramai- ramai berangkat cukup yang berkepentingan saja. Kesra kadang – kadang ambil kesempatan untuk berangkat banyak- banyak. Pasti yang berangkat hanya enam mata lomba,” tegasnya.

Disentil tuntutan peserta karo kesra Deher Bajo harus dicopot karena tidak transparan, gubernur menyampaikan memang harus transparan hanya saja masalah keterbatasan anggaran. “Saya selalu tenegaskan yang berangkat hanya yang penting- penting saja tidak boleh lebih,” pungkasnya. (iel/red)



Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: