SOFIFI-PM.com, Pulau Obi Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) merupakan salah satu dari 10 kawasan strategis di Indonesia, maka dari itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut membahas rencana persiapan pembangunan di Pulau Obi ini.
Sekprov Malut Samsuddin A Kadir mengungkapkan, dari 10 kawasan strategis salah satunya di Provinsi Maluku Utara adalah di Obi kabupaten Halmahera Selatan. Sepuluh kawasan strategis itu dilakukan pengaturan tata ruang dan peruntukannya yang lebih rinci diatur yang lebih besar, tentunya Pemprov sudah mengundang Pemkab Halsel agar menjadi pedoman bagi penyelenggaraan pembangunan di pulau obi.
Meski begitu, kata Samsuddin, untuk pembangunan masih dilakukan perencanaan pola tata ruang mulai dari pembangunan jalan dimulai dari mana,aspek perikanan,pertanian dan lain – lain. “Setelah menyusun itu juga nanti mengundang Pemkab Halsel ada juga konsultasi dan sebagainya apabila semua disepakati itu kemudian di perdakan sehingga orang nanti mengikuti apa yang diperdakan,” katanya.
Disentil terkait dengan investasi di Halsel Sekprov mengaku, berbicara tentang tata ruang maka ruang yang dipakai untuk apa, ada ruang di pakai untuk industri, pemukiman dan lainnya. “Jadi kita harus membuat pemetaan, harus dilakukan kajian dihitung kira – kira dalam waktu 25 tahun ke depan, jumlah penduduk berapa berarti kita harus alokasikan ruang untuk pemukiman apa, kita harus mengalokasikan pemanfaatan pertumbuhan pangan,pertanian untuk industri dan sebagainya harus kita siapkan,” ungkapnya.
Lanjut Sekprov, seiring dengan adanya industri, nanti ada pekerja. Kalau ada pekerja berarti ada aktivitas jual beli maka ada pendatang dan jumlah penduduk akan bertambah pemukiman. Itu yang harus menjadi perencanaan dari awal karena daerah industri inilah yang menjadi perhatian pemerintah pusat dan akan ada proyek strategis negara di sana, nanti ada investasi besar di sana.
“Kan kalau yang ada proyek strategis negara itu kan nanti biasanya ada juga perhatian – perhatian negara juga disitu seperti kawasan industri di Weda itu kan kemudian ada jalan nasional ke patani dan sebagainya itu karena pengaruh dari proyek strategis industri dan sebagainya,” jelasnya. (iel)



Tinggalkan Balasan