SOFIFI-PM.com, Dana pinjaman pemerintah provinsi (Pemprov) Malut dari PT SMI baru cair tahap pertama 15 persen dari nilai pinjaman untuk pembangunan jalan dan jembatan. Pihak PT SMI mentransfer ke rekening Kas Daerah. ”Informasinya, proses transfer PT SMI ke Kasda Pemprov Malut hari ini,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Malut Santrani Abusama saat dikonfirmasi via telepon seluler, kemarin (16/12).
Menurutnya, setelah dana masuk ke Kasda diharapkan pada Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan aset daerah Malut langsung tranfer ke rekening pihak rekanan. Jangan mengendap lama di Kasda, pasalnya semua sudah diatur dalam ketentuan dan perjanjian bersama. ”Misalnya hari ini cair, tidak bisa mengendap di Kasda lewat dari dua hari, untuk itu setelah dana masuk, langsung ditransfer ke pihak rekanan, maka dari itu kami berharap pengertian dari Badan Pengelolaan Keuangan,” haranya.
Santrani mengaku, dana pinjaman ini akan dipergunakan pembangunan jalan dan jembatan di delapan ruas, namun pada tahap pertama pencarian ini akan dibangun jalan dan jembatan di lima ruas. Sementara tiga ruas lainnya, menunggu pencarian dana pada 27 Desember. ”Lima proyek yakni peningkatan jalan dan pembangunan jembatan ruas Matuting-Ranga-ranga, peningkatan jalan ruas Payahe-dehepodo, pembangunan jalan dan jembatan ruas Ibu-Kedi, pembangunan jembatan kali Oba II, peningkatan jalan ruas Bahas andili (segmen Sofifi-akelamo),” jelasnya.
Sekadar diketahui, Pemprov Malut mengusulkan pinjaman kepada PT SMI sebesar Rp 500 miliar. Dari dana tersebut Rp 350 miliar untuk pembangunan jalan dan jembatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Malut, sementara 150 miliar untuk pembangunan RSU Sofifi yang melekat di Dinas Kesehatan Malut. (iel/red)



Tinggalkan Balasan