Satlantas Polres Halut Gelar Tilang Kendaraan Tanpa Batas Waktu

Kasatlantas Polres Halut, Iptu Ibrahim Mappe saat diwawancarai wartawan.

TOBELO-pm.com, Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Halmahera Utara (Halut) tidak main main dalam penertiban pelanggaran lalulintas berkendaraan.

Keseriusan itu, Satlantas Polres Halut menggelar tilang tanpa batas waktu. Hal itu untuk memberikan keselamatan warga dalam berlalulintas.

Penertiban ini dimulai sejak 1 Mei 2023 di pusat Kota Tobelo.

Sudah sebanyak 346 kendaraan roda dua dan empat terjaring raziah dan sudah diamankan Satlantas.

Hasil penertiban itu ditemukan salah satunya kendaraan roda empat yang bernomor polisi Sulawesi Utara (Sulut) rupanya sudah kadaluarsa sejak tahun 2016 silam.

Kapolres Halut AKBP Moh. Zulfikar Iskandar melalui Kasat Lantas Polres Halut, Iptu Ibrahim Mappe menuturkan, kendaraan yang bernomor polisi dari daerah luar ini pemiliknya harus menunjukan surat-surat kendaraan berupa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB), ketika mengambil kendaraan.

"Sejauh ini banyak kendaraan dari luar daerah Maluku Utara yang kami amankan, kebanyakan kendaraan roda dua dan satu kendaraan roda empat, pemilik harus membawa surat-surat kendaraan ketika mengambil kendaraan,"jelasnya Rabu (24/5).

Untuk kendaraan yang berplat luar lanjutnya, Satlantas belum melakukan pendataan, karena masih melakukan penertiban, namun dalam jangka waktu dekat pihaknya akan melakukan pendataan sejumlah kendaraan yang berplat luar, karena saat ini banyak kendaraan bodong yang masuk Malut khsusnya Halut.

"Kami tunggu pemilik kendaraan yang saat ini di duga adalah kendaraan bodong, mereka harus membawa beberapa surat-surat kendaraan untuk kami lihat, apakah kendaraan ini bodong atau bukan, jika memang bodong kami akan berkomunikasi dengan pihak Satlantas yang ada di Sulut agar kendaraan-kendaraan ini di bawa ke Manado,"ungkapnya.

Lanjut Mappe, beberapa hari lalu saat penertiban pihaknya menemukan pengendara roda dua yang berboncengan tiga dalam keadaan manuk.

Menurut mantan Kapolsek Ternate Utara itu hal itu adalah salah satu tindakan kejahatan kemanusiaan, karena berkendara dalam keadaan mabuk pelanggaran yang dilihat secara kasat mata tetap ditindak, karena saat ini pihaknya melaksanakan penertiban menggunakan hunting sistem.

"Sejauh ini penertiban yang dilakukan setiap hari, kebanyakan pengendara hanya tertib pada saat pagi hari, karena banyak anggota yang berada di lapangan, namun pada siang hari sampai sore pengendara sudah tidak tertib berkendaraan lagi, kami berharap agar ada kesadaran dari masyarakat terutama pengendara roda dua maupun empat," ucapnya.

Komentar

Loading...