poskomalut.com
baner header

Soal NPHD, Kemendagri Warning Lima Kepala Daerah di Malut

JAKARTA-PM.com, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memperingati Pemerintah Daerah soal pencairan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) untuk Pilkada Serentak Tahun 2020, di tahap pertama, yang tercatat di bawah 40 persen.

Hal itu dikatakan Plt. Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Mochamad Ardian melalui rilis yang diterima wartawan Posko Malut, Selasa (14/07/2020).

“Data yang kami himpun per 13 Juli 2020 pukul 22.00 WIB, itu masih banyak daerah merah, artinya Pemda yang belum mencairkan NPHD-nya di bawah 40 persen, sangat disayangkan,” kata Ardian.

Di provinsi Maluku Utara, dari delapan daerah yang bakal menggelar pilkada serentak 2020 ini, terdapat lima daerah pencarian NPHD masih dibawah 40 persen yakni Kabupaten Halmahera Barat pencairan NPHD KPU: 21,91 persen, dan pencairan NPHD Bawaslu: 27,78 persen, Kabupaten Halmahera Timur pencairan NPHD KPU 39,83 persen, Kabupaten Halmahera Utara pencairan NPHD KPU 39,43 persen, Kabupaten Pulau Taliabu pencairan NPHD Bawaslu 30,00 persen, dan Kota Ternate pencairan NPHD KPU 38,09 persen.

Meski demikian, Ia berharap hasil data yang telah diperbaharui pada 15 Juli 2020, menunjukkan hasil menggembirakan dengan dicairkannya NPHD ke penyelenggara Pemilu dan pengamanan.“Tapi ini kan masih data sementara ya, kemarin kami beri waktu sampai 15 Juli harus sudah dicairkan sesuai dengan perjanjian yang dihibahkan. Nanti kami update, semoga sudah dicairkan seluruhnya,” ujarnya.

Dikatakan Ardian, selain kabupaten di provinsi Malut, juga adapun daerah lain yang masih ‘merah’ atau pencairannya di bawah 40 persen. “Pencairan NPHD untuk Pilkada Mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 41 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2019 tentang Pendanaan Kegiatan Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),”katanya. (iel/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: