poskomalut, Laut tak lagi menjadi penghalang bagi puluhan siswa di Pulau Morotai untuk berangkat dan pulang sekolah.
Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Maluku Utara turun langsung menyediakan layanan antar-jemput bagi siswa yang harus menyeberangi laut menuju sekolah.
Program tersebut dijalankan personel Polairud Marnit Morotai melalui program PURI Anjasmoro (Polisi Untuk Negeri Antar Jemput Anak Sekolah Morotai).
Layanan ini menyasar siswa dari Desa Samiamao menuju Desa Posi-Posi, Kecamatan Pulau Rao, Kabupaten Pulau Morotai. Kedua desa tersebut berjarak sekitar 1,1 mil laut.
Dirpolairud Polda Maluku Utara, Kombes Pol Azhari Juanda, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kehadiran polisi membantu masyarakat, khususnya anak-anak yang menghadapi kendala transportasi untuk bersekolah.
“Kegiatan membantu masyarakat atau siswa yang sekolah di Morotai dengan program PURI Anjasmoro, Polisi Untuk Negeri Antar Jemput Anak Sekolah Morotai,” kata Azhari, Rabu (7/10/2026).
Untuk mendukung program tersebut, personel Polairud Marnit Morotai menggunakan satu unit perahu fiber bermesin Yamaha 15 PK.
Perahu tersebut disiapkan atas inisiatif anggota yang tergerak membantu siswa yang mengalami kesulitan saat berangkat maupun pulang sekolah.
Aspek keselamatan juga menjadi perhatian. Perahu tersebut dilengkapi 12 unit life jacket yang digunakan selama proses penyeberangan.
Azhari mengatakan, pengantaran dan penjemputan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kondisi pelayaran serta keselamatan para siswa.
“Pengantaran dan penjemputan dilaksanakan secara bertahap dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan selama pelayaran, agar setiap kegiatan berlangsung aman serta lancar,” ujarnya.
Saat ini, layanan tersebut membantu 23 siswa yang terdiri dari siswa SMA dan SMP.
Untuk tingkat SMA terdapat 13 siswa, yakni 11 perempuan dan dua laki-laki. Sementara siswa SMP berjumlah 10 orang, terdiri dari tujuh perempuan dan tiga laki-laki.
Bagi para siswa tersebut, perjalanan menuju sekolah bukan sekadar persoalan jarak. Mereka harus menyeberangi laut setiap hari untuk mendapatkan pendidikan.
Program PURI Anjasmoro sekaligus menjadi bentuk penerapan tagline baru Polri, “Polisi Bersama Masyarakat”, dengan menghadirkan polisi langsung pada kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan.


Tinggalkan Balasan