TERNATE- PM.com, Calon Wali Kota Ternate, Tauhid Soleman dalam diskusi publik memperingati Satu Dasawarsa Komunitas Jarod, Jumat (18/9) malam. Dirinya memaparkan Ternate harus dibangun berdasarkan potensi karakteristik wilayah.

“Pembangunan Ternate harus berbasis potensi karakteristik wilayah karena itu terkait dengan kemauan Pokitik (Political will) untuk mengembangkan daerah sesuai dengan khas daerah yang mempunyai potensi masing-masing,” ungkap Tauhid.

Lanjut Tauhid, Ketidak seimbangan pertumbuhan ekonomi antar kawasan-kecamatan yang disuarakan oleh warga Ternate di Pulau Hiri, Batang Dua, dan Pulau Moti menjadi salah satu yang diprioritaskan dalam kurung waktu 10 tahun kedepan kalau terpilih kedepannya.

Tauhid dalam visinya ingin mewujudkan Ternate yang mandiri dan berkarakter keadilan. Dirinya menjelaskan, berbicara tentang mandiri, yakni berkaitan dengan semangat ekonomi, sementara untuk berkarakter keadilan yakni soal hak para warga yang hingga saat ini belum memiliki hak yang sama. Salah satunya tentang kesenjangan sosial.

Dirinya juga menambahkan, Ternate juga harus disoroti mengenai isu lingkungan. Perlu adanya penataan lingkungan dan pemetaan infrastruktur serta penataan kawasan rawan bencana.

Telah kita ketahui bahwa Ternate merupakan salah satu daerah langganan bencana. Pasalnya, Ternate memiliki gunung merapi, longsor, banjir dan bencana alam lainnya, ditambah dengan wabah yang saat ini melanda hampir seluruh dunia bahkan kota Ternate sendiri. “Persoalan ini belum mampu diantisipasi oleh pemerintah kota Ternate saat ini,” tambahnya.

Kemudian, prioritas TULUS juga akan Mendorong peningkatan UMKM dan IKM berbasis ekonomi kerakyatan. Ternate tidak memiliki sumber daya alam, tapi kota Ternate memiliki sumber daya perdagangan baik ekonomi maupun pariwisata. “Pengembangan UKM dan IKM itu sangat penting untuk dikedepankan,” tuturnya.

Selain itu, Tauhid mengharapkan kedepanya kota Ternate menjadi kota budaya seharusnya bersama-sama mendorong revitalisasi terhadap cagar budaya dan nilai-nilai budaya lainnya.

“Inilah hal yang perlu kita atasi dalam konteks cagar budaya maupun nilai-nilai budaya yang nantinya akan diterapkan kedepanya karena kota Ternate adalah kota budaya,” pungkasnya. (Ris/red)