Terungkap Ilegal Mining PT FMI di Kawasan Subaim Haltim

Bupati Ubaid Yakub dan Wakil Bupati Anjas Taher saat melakukan pengecekan di lokasi ilegal mining PT FMI.

MABA-pm.com, PT Forward Metrics Indonesia (FMI) terindikasi kuat melakukan ilegal mining di areal Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Harita Group di Desa Subaim Kecamatan Wasile, Halmahera Timur.

Informasi yang diterima media ini, aktivitas penambangan PT FMI di belakang Desa Subaim tanpa mengantongi IUP maupun dokumen lingkungan Upaya Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) serta RKB.

Terhadap informasi itu, Bupati dan Wakil Bupati Haltim, Ubaid Yakub-Anjas Taher didampingi Kepala DPLH, Harjon Gafur dan Asisten I Hi. Nasrun Konoras, Kamis (08/12/2022) turun di areal IUP milik PT Harita Grup untuk melihat secara langsung aktivitas penambangan PT FMI.

Selain itu, bupati dan wakil bupati juga menemui Heri selaku HRD PT FMI menanyakan kelengkapan dokumen perusahan tersebut. Namun menurut Heri seluruh dokumen perusahan saat ini masih dalam tahap pengurusan.

"Kalau begitu saya minta brek dulu aktivitas penambanganya sambil menunggu kelengkapan dokumenya," tandas Ubaid.

Menurut Ubaid, prinsip pemerintah daerah mendukung setiap investasi yang masuk di dalam wilayah Haltim sepanjang perusahaan memenuhi syarat sebagaimana perintah Undang-undang.

"Untuk itu dimohon pengertian baiknya jika dokumenya masih dalam proses pengurusan saya minta brick dulu," pinta Ubaid Yakub.

Sementara, Kepala DPLH Haltim, Harjon Gafur menjelaskan, dokumen lingkungan seperti UKL-UPL hukumnya wajib untuk dikantongi setiap perusahan tambang.

"Karena dokumen itu nantinya dijadikan sebagai acuan bagi kami untuk lakukan pengawasan lingkungan," katanya.

Sedangkan HRD PT FMI, Heri kepada wartawan mengaku aktvitias pertambangan saat ini tanpa IUP, UKL-UPL dan RKB.

"Seluruh adminstrasinya masih diurus dan sampai saat ini kami sudah lakukan pemuatan or sebanyak empat tongkang bawa ke PT IWIP," terangnya.

Komentar

Loading...