TERNATE-PM.com, Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman geram atas kinerja sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintahan Kota (Pemkot) Ternate, dalam menuntaskan 100 hari kerja. Lantaran sejumlah OPD yang mengelolah Dana Alokasi Kusus (DAK) sampai kini belum juga mengaplod data DAK ke aplikasi krisna, bahkan hal ini di tegaskan disela-sela rapat dengan pimpinan OPD dalam rangka evaluasi 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota, yang berlangsung di kantor Wali Kota Ternate, Selasa (22/6/2021).

“Jadi Pak Wali Kota menyampaikan dalam rapat bersama pimpin OPD, untuk kami (Bappelitbangda) dimana ditekankan adalah meminta sejumlah OPD yang sampai saat ini untuk segera mengaplod data DAK di aplikasi krisna. Karena detline pengimputan data DAK itu sampai pada 30 Juni nanti,” ucap Plt Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Rizal Marsaoly kepada wartawan, Selasa (22/6/2021).

Menurutnya, bahkan Wali Kota juga menekan soal inovasi daerah, sesuai surat yang di sampaikan oleh Mendagri melalui Badan Litbangnya, bahwa daerah itu harus diminta mempunyai satu sampai dengan dua inovasi untuk masing-masinh OPD.

“Jadi rapat ini juga dimana pak wali kota menindaklanjuti arahan Medagri, sehingga setiap OPD diminta langsung harus mempunyai inovasi, agar diharapkan ini juga bisa bagimana kita mempunyai daya siang daerah,” ujarnya.

Lanjutnya, yang terpenting juga daerah-daerah yang sudah bisa berinovasi, nantinya pemerintah pusat melalui Kemenkeu akan menambahkan DID. Sehingga ini sangat luar biasa, dan ini bukan hanya sekedar inovasi saja, tetapi utamanya adalah daya saing dan bisa menambahkan tambahan daerah terkait dana investasinya.

“Saya kira ini penting, karena tujuan utamanya adalah dari Indonesia untuk inovasi govermen owrd ini, bagimana OPD itu diharapkan mempunyai kreatifitas/inovasi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sebaik mungkin,” pungkasnya.(Sm/red).