10 Pincam Golkar Versi Sakir Dinilai Sebarkan Hoax Untuk Jatuhkan Bupati Halteng

Aswar Salim

Aswar : Legalitas 10 Pincam Dipertanyakan

WEDA-PM.com, Mantan ketua DPD II Partai Golkar Halmahera Tengah, Hamlan Kamaluddin, angkat bicara terkait sikap sepuluh Pimpinan Cabang (Pincam) Golkar Halteng. Hamlan mengaku, sangat menyesali sikap sepuluh pincam melakukan pernyataan sikap yang dimotori ketua DPD II Sakir Ahmad.

Mantan anggota DPRD dua periode ini menegaskan, ketua DPD II Golkar Halteng Sakir Ahmad telah kehilangan kepercayaan dirinya dalam memimpin Golkar Halteng. Ini lantaran dia (Sakir) khawatir tidak akan jabat ketua DPRD sehingga mengambil langka diluar kesepakatan pengurus.

"Jadi soal pernyataan sikap bahwa Edi Langkara pernah menjanjikan kalau terpilih nanti maka Ketua DPD II akan jadi ketua DPRD tidak benar. Bupati tidak menyatakan seperti itu. Itu tidak betul," ungkap Hamlan, kepada wartawan, Jumat (1/5/2020).

Sementara pernyataan 10 pincam versi Sakir Ahmad, yang mengaku tidak perna menikmati hasil dari kemenangan bersama itu. Menurut Hamlan, bahwa peryataan itu juga tidak benar. Sebab, bupati Edi Langkara, tidak perna menjanjikan proyek jika terpilih.

"Mereka tidak tahu bahwa apa yang dilakukan bupati saat ini, begitu banyak pemerataan pembangunan di mana-mana telah kita rasakan bersama. Jadi bukan kita berfikir pribadi untuk mendapat proyek," paparnya.

Seraya menyatakan, di Tahun lalu ketua DPD II Sakir Ahmad diberikan proyek senilai Rp1 miliar di Pulau Gebe. Begitu juga para pimpinan cabang.

"Jadi kita tidak bisa katakan bahwa kita tidak dapat apa-apa. Kita harus bersyukur sebagai kaders Golkar. Hari ini kita sudah menikmati pemerataan pembangunan. Kita harus bangga ini sudah ditunjukkan oleh bupati," jelasnya. Intinya kata dia, yang disampaikan sepuluh pincam adalah fitna untuk merusak nama baik bupati Edi dan menjatuhkan Golkar di Halteng.

Lihat saja lanjut Hamlan, dikepemimpinan Sakir Ahmad, banyak kader yang dipecat. Ini memaluhkan. Sakir berambisi dan berjalan sendiri.

"Kalau kita lihat perjalanan pimcam ini sudah beberapa kali dipecat. Jelang Munas, dan jelang Musda tanpa musyawarah,"ucapnya.

Mantan ketua Fraksi Golkar itu juga mengaku, pernyataan pincam terkait arahan Bupati Edi Langkara, untuk memilih Calon Gubernur lain diluar Ahmad Hidayat Mus (AHM) yang diusung partai Golkar pada Pilgub lalu juga tidak benar adanya. Hamlan bilang, bupati saat itu sangat antusias untuk memenangkan AHM.

"Jadi saat itu bupati mengeluarkan anggaran konsolidasi untuk memenangkan AHM di Halteng. Mereka ini mengada ada," katanya lagi.

Legalitas sepuluh pincam yang membuat pernyataan sikap kata Hamlan, sangat diragukan. Pasalnya, mereka diangkat tanpa melewati mekanisme organisasi. Sepuluh pincam tidak jelas.

Sementara itu, Aswar Salim menambahkan, pada Pemilihan Legislatif (Pileg) lalu dan Pilgub, pincam yang bekerja sudah dipecat oleh Sakir Ahmad selaku ketua DPD II. Mereka yang buat pernyataan adalah pincam yang baru diangkat tanpa melalui mekanisme partai.

"Yang berjuang pada Pilkada, Pilgub dan Pileg lalu itu adalah pincam lama yang saat ini bersama kita. Kami sangat sesalkan pemecatan pimcam ini karena yang berjuang pada saat Pilkada, Pilgub dan Pileg sehingga menghasilkan 6 kursi. Mereka ini garda terdepan," tandas Aswar.

Aswar juga ikut membenarkan bahwa Pileg kemarin bupati tidak izin cuti. Namun perlu diketahui seluruh biaya konsolidasi di lapangan itu dibiayai bupati baik Dapil I maupun Dapil II. Bahkan seluruh Caleg dari partai Golkar itu operasionalnya ditanggung bupati.

"Jadi jangan mengalihkan isu. Kalau kita bicara Ketua DPRD cukup saja Ketua DPRD. Jangan bangun opini lain yang merusak nama baik bupati," pinta Aswar menegaskan.

Anggota DPRD Dapil Halteng Satu ini mengatakan, pernyataan bahwa bupati mendukung Fahris Abdullah untuk jadi Ketua DPRD juga tidak benar. Dia mengaku jadi saksi pernyataan itu tidak benar.

"Saat itu saya dan beberapa pengurus datang tiga kali ke hadapan bupati untuk meminta arahan siapa yang akan jadi Ketua DPRD. Bupati menyampaikan ikuti sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku. Kemudian kami mengusulkan tiga nama yakni Fahris, Sakir dan Saya sendiri," kata anggota dewan termuda ini.

Aswar mengaku, bakal menghadirkan semua pincam yang diangkat melalui musyarawah dan dipecat oleh Sakir tanpa dasar untuk memberikan keterangan resmi.

Menariknya, pengurus pincam yang diangkat melalui musyawarah dan dipecat Sakir Ahmad juga ikut angkat bicara. Pincam Weda Selatan Suaib Lasuke, Pincam Weda Tengah, Rusli Rakib, dan Sekertaris Pincam Pulau Gebe. Ketiganya mengaku dipecat tanpa dasar dan tanpa kesalahan.

"Mekanisme yang diambil Sakir sangat mengecewakan kami yang berjuang dari Pilkada, Pilgub dan Pileg. Tapi diam-diam kami dipecat tanpa dasar. Padahal, kami berjuang bukan untuk kepentingan pribadi tetapi kepentingan umum," ungkap Pincam Weda Tengah Rusli Rakib ikut diamini Pincam Weda Selatan dan Sekertaris Pincam Gebe. (msj/red).

Komentar

Loading...