SOFIFI-PM.com, Gubernur Maluku Utara, KH Abdul Gani Kasuba nampaknya sangant menginginkan agar secepatnya janji Presiden Republik Indonesia bisa direalisasikan terkait dengan moratorium yang pada 2015 lalu dicabut.

Lewat pembukaan kongres KNPI ke-16 yang nantinya ada sejumlah pejabat negara bakal hadir pada dialog kebangsaan diantaranya Dirjen OTDA, gubernur sangat berharap agar keinginan Masyarakat Maluku Utara pada umumnya, Ibu Kota Sofifi bisa berstatus definitif sebelum akhir masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara pada 2024 mendatang.

Gubernur menjelaskan, Sofifi yang berada di wilayah Kota Tidore Kepulauan ini sejak tahun 2010 lalu resmi melaksanakan aktivitas pemerintahan di Puncak Gusale.

Ibu Kota Provinsi saat ini berada pada sebuah kecamatan yang jumlah penduduknya masih sangat terbatas. Namun, semangat yang kuat dari semua penyelenggara pemerintahan di daerah dan keyakinan penuh akan mampu mengubah wajah Kota Sofifi. Semua langkah dan upaya ditempuh hanya untuk menjadikan Sofifi setara dengan ibu kota lainnya di Indonesia.

Perjuangan untuk menjadikan Sofifi sebagai ibu kota mandiri telah digaungkan sejak tahun 2015 silam. Ketika Presiden Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja sekaligus secara simbolis menetapkan Sofifi sebagai salah satu daerah yang akan dimekarkan bersama sejumlah daerah lainnya di Indonesia. Namun, pada Februari 2015, moratorium itu dicabut, menyusul Undang-undang nomor 9 tahun 2015 tentang pemerintah daerah. Sehingga sampai saat ini konsep Ibu Kota Sofifi sebagai kota mandiri belum sempat terwujud.

Menurut gubernur, Kota Sofifi juga butuh perhatian serius dari pemerintah pusat terkait pembangunan demi meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu berdaya saing dengan kota lain di Indonesia.

Sekertaris Aliansi Masyarakat Oba Bersatu (AMOB) Ibrahim Jumati pada kesempatan itu menyebutkan, pembukaan Kongres KNPI ke-16 pada 15 Mei kemarin merupakan sebuah momentum bersejarah yang tidak akan terlupakan bagi generasi muda dan masyarakat Maluku Utara. Khususnya masyarakat yang mendiami daratan Pulau Halmahera memasuki babak baru terkait dengan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Sofifi yang selama ini digaungkan.

Kata dia, Itu dibuktikan dengan penyerahan Dokumen DOB Kota Sofifi dari Gubernur Abdul Gani Kasuba ke Ketua Umum DPP KNPI, Haris Pertama yang didampingi Kapolda Malut serta disaksikan DPD KNPI 34 Provinsi se-Indonesia.

“Dokumen tersebut sebagai salah satu amanah kongres XVI di Maluku Utara yang akan ditindaklanjuti,” ujar Ibrahim.

Lanjutnya, AMOB merupakan elemen penting strategis daratan Oba yang selama ini bersama masyarakat konsen memperjuangkan DOB Kota Sofifi, ikut berterima kasih kepada Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba serta pengurus KNPI se-Indonesia.

“Ucap puji syukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa dan ucapan terima kasih kepada Gubernur Maluku Utara serta Ketua Umum KNPI Haris Pertama. Kado terindah dari Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Gani Kasuba dan ini menjadi catatan sejarah anak cucu kalau pak kiai sangat serius dalam memperjuangkan DOB Kota Sofifi. Semoga sebelum berakhirnya jabatan pak gubernur, DOB Kota Sofifi sudah ditetapkan,” ucapnya.

Ibrahim bilang, keseriusan Gubernur Maluku Utara dalam membangun Kota Sofifi terlihat melalui kebijakan dalam mewajibkan seluruh ASN aktif berkantor di Sofifi.

“Doa kami semoga pak gubernur diberikan kesehatan dan kekuatan dalam memperjuangkan DOB Kota sofifi,” ucapnya.

Ibrahim menambahkan, sejarah Indonesia membuktikan bahwa perjuangan di daerah-daerah sebelum kemerdekaan sampai pada puncaknya pembacaan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus, tidak terlepas dari peran pemuda dan pemudi. Sejarah ini akan terulang lagi ditangan pemuda-pemudi. Dan, DOB Kota Sofifi bakal ditetapkan.