WEDA-pm.com, Wacana Ridwan Asiz masuk dalam bursa Penjabat (Pj) Bupati Halmahera Tengah (Halteng) makin mengencang.

Kabar tersebut pun mendapat reaksi positif dari tokoh masyarakat Kota Weda.

Ridwan Asiz dinilai dapat atau menjaga stabilitas keamanan Halteng dari aksi teror Orang Tak Dikenal (OTK). Selain itu, TNI dan Polri juga dapat dikoordinir dalam menjunjung tinggi netralitas pada momentum politik.

Ahmad, salah satu tokoh masyarakat Kota Weda menyebut sangat tepat jika keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengangkat Kolonel Ridwan Asiz menjabat Pj Bupati.

“Kondisi keamanan daerah yang warganya selalu diteror OTK saat ini, sangatlah layak jika Ridwan  diangkat menjadi Pj Bupati oleh Mendagri,” ucapnya, Selasa (7/11/2023).

Lanjut Ahmad, menyongsong tahun politik saat ini, Pj Bupati yang diangkat Medagri wajib menjaga netralitas dalam setiap tahapan penyelenggaraan Pilpres, Pileg dan Pilkada.

Senada, Sahrun Djafar, salah satu anggota dewan adat Fagogoru berharap Mendagri dapat mengakomodir Ridwan Asiz, karen faktor keamanan dan stabilitas sosial politik lokal.

“Ridwan Asiz itu tepat, Mendagri harus mengakomodir beliau, sebab ini kebutuhan daerah. Unsur TNI/Polri lebih mudah melakukan kerja-kerja pengamanan di wilayah yang stabilitas keamananya kurang kondusif,” bebernya.

Lebih jauh Sahrun menilik, Pj Bupati ditunjuk Mendagri harus memiliki kemampuan komunikatif, humanis dan menjunjung tinggi netralitas. Di mana hal itu dapat memberikan kontribusi besar untuk jalannya roda pemerintahan.

“Posisi Pj Bupati jika diisi pejabat yang tidak tepat, maka rentan terjadi pengerahan PNS untuk memilih kandidat tertentu dalam Pemilu,” pungkasnya.

Diketahui, Kolonel Marinir Ridwan Asiz saat ini menjabat sebagai Komandan Lanal (Danlanal) Ternate, menggantikan Kolonel Laut (P) Azhari S.A.

Sebelumnya, Ridwan juga pernah menjabat sebagai Danlanal Tegal, berpangkat Letkol dengan membawahi 7 kabupaten/kota. Yakni Brebes, Tegal, Pemalang, Kota Pekalongan dan Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada 2019-2022.