poskomalut, Sala satu oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Tengah (Halteng) inisial AHY diduga terlibat aktif sebagai aktor di balik proyek dengan nilai miliaran rupiah.

AHY diduga kuat bertugas di BPKAD Halteng disinyalir punya kuasa atas proyek jembatan dengan nilai kontrak sebesar Rp1,44 miliar yang dikerjakan CV. Filanga Perkasa.

Jabatan AHY di BPKAD juga cukup strategis. Yakni bendahara verifikasi. Belakangan proyek tersebut menjadi sorotan warga, karena kualitas dan ketahanan konstruksi yang digunakan.

Pasalnya, jembatan yang dibangun di Desa Yendeliu, Patani belum genap satu tahun kelar dikerjakan, tepatnya pada 13 September 2024 lalu, saat ini sudah ambruk setelah diterjang banjir pada Sabtu, 21 Juni 2025.

“Proyek jembatan yang ada di Desa Yondeliu, Kecamatan Patani itu kontraktornya ASN yang memiliki jabatan strategis di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Halmahera Tengah (Halteng),” ungkap sumber yang enggan namanya dipublis.

Ia juga menjelaskan, proyek itu dipercayakan kepada teman dekat atau kerabatnya, yaitu Iksan Basri untuk mengawasi proses pekerjaan di lapangan. Pengawasan lapangan diduga bagian dari skema seolah proyek tersebut milik Iksan Basri.

Terpisah, AHY saat dikonfirmasi poskomalut mengelak proyek tersebut bukan miliknya. Keterangan AHY itu berbeda dengan pengakaun sebelumnya dari warga dan teman dekatnya.

Ia juga menjelaskan bahwa “Mungkin, karena warga setempat melihat saya berteman dekat dengan Iksan Basri jadi dikira proyek itu saya punya”.