poskomalut, Kapala Desa Damuli, Patani Timur, Halmahera Tengah (Halteng), Ade Hi Rahim angkat bicara terkait dugaan pemotongan gaji staf.
Menurut Ade, dugaan pemotongan gaji staf tidak benar. Potongan hak staf bukan perintahnya, tapi bendahara yang memangkas.
“Karena staf saya itu berutang di anak saya dan anak saya cuman buat nota nanti diserahkan langsung ke bendahara, jadi bendahara yang potong gaji mereka untuk menutupi utang ke anak saya,” bebernya kepada poskomalut, Rabu (20/8/2025).
Ia menjelaskan, setiap pembayaran gaji staf langsung dipotong menutupi utang mereka.
“Anak saya itu bikin simpan pinjam,” singkatnya.
Kades bilang, anak buahnya berhutang di anaknya berfariasi. Ada Rp500,000. Juga Rp2.000.000-, Bahkan ada yang lebih dari Rp2.000.000-,.
Ia mengungkap sekertaris desa pun punya utang hampir Rp13 juta lebih.
“Jadi kalau bilang saya yang potong gaji staf saya itu tidak benar,” tandasnya.


Tinggalkan Balasan