poskomalut, Komisi III DPRD Halmhare Tengah (Halteng) menemukan pengawasan proyek peningkatan jalan hotmix Wilayah I di Desa Wairoro Indah, Weda Selatan sangat lemah.

Temuan ini sesuai tinjauan langsung komisi III ke lokasi proyek pada Kamis (21/8/2025).

Ketua Komisi III DPRD Halteng Aswar Salim mengatakan, pengecekan lapangan bersama Ketua DPRD seteleh menerima laporan masyarakat, bahwa proyek tersebut diduga dikerjakan asal jadi.

Proyek tersebut dikerjakan CV Kokoya Island dengan nilai kontrak Rp13.872.000.000-, bersumber dari APBD 2025.

“Jadi kami sudah turun cek dan tadi dari pihak pelaksana sampaikan, bahwa tenaga yang bertugas untuk mengetahui material LPA jalan hotmix layak atau tidak itu dari dinas terkait,” bebernya.

DPRD menyatakan pengawasan lapangan dari PUPR sangat lemah, berpotensi pada kualitas pekerjaan tidak sesuai spesifikasi.

Aswar menegaskan, setiap pekerjaan yang menelan anggaran cukup besar itu harus intens diawasi dinas dan konsultan.

DPRD juga menemukan material LPA yang tidak sesuai standar kelayakan.

“Temuan-temuan ini menurut kami juga tidak sesuai antara batuh pecah dengan pasir. Kami akan tindaklanjuti dengan PUPR,” tandasnya.

Ketua komisi III meminta PUPR serius mengasi proyek belasan miliar tersebut, sehingga rekanan atau kontraktor tidak melenceng dari ketentuan pekerjaan fisik.

“Anggaran yang cukup besar ini kontraktor tidak bisa kita biarkan beketja leluasa seperti itu, karena ada hal lain yang harus diawasi,” tegasnya.

Senada, Anggota Komisi III, Kabir Hi Kahar menambahkan, pihaknya meminta penjelasan dinas terkait pekerjaan sesuai ketentuan dan kontrak.

“Dinas harus turun awasi, jangan hanya sekedar surga telinga untuk memberikan keleluasaan ke pelaksana,” tukasnya.