poskomalut, Kondisi jembatan kayu di Desa Cera, Kecamatan Loloda Kepulauan (Lokep), Kabupaten Halmahera Utara (Halut) tak kunjung mendapat perhatian pemerintah.

Warga kemudian memilih turun tangan memperbaiki jembatan secara swadaya.

Perbaikan dilakukan secara gotong royong bersama Babinsa Loloda Kepulauan, Hendrik Sahureka.

Warga bahkan harus menyiapkan sendiri kayu, bahan bakar minyak, hingga alat pemotong untuk memperbaiki bagian jembatan yang mulai rusak.

Salah seorang warga Desa Cera, Noris, mengatakan jembatan yang menjadi akses penghubung menuju ibu kota kecamatan dan sejumlah desa lainnya itu sudah hampir lima tahun tidak mendapat perbaikan dari pemerintah.

Menurutnya, warga terpaksa mengambil inisiatif, karena kondisi jembatan semakin membahayakan dan jika dibiarkan, akses tersebut dikhawatirkan tidak lagi dapat digunakan.

“Warga merasa resah melihat kondisi jembatan yang semakin memprihatinkan. Jembatan ini merupakan salah satu akses penting bagi warga menuju ibu kota Kecamatan Loloda Kepulauan dan beberapa desa lainnya,” ujar Noris, Minggu (6/9/2026).

Ia mengatakan, warga harus memotong sendiri kayu dari kebun untuk dijadikan material perbaikan. Selain itu, kebutuhan bahan bakar dan peralatan juga ditanggung secara mandiri.

Noris menilai, jika warga hanya menunggu bantuan pemerintah, proses perbaikan bisa memakan waktu lama. Karena itu, semangat gotong royong menjadi pilihan agar aktivitas masyarakat melalui jalur darat tetap berjalan.

“Kalau hanya menunggu bantuan pemerintah, prosesnya lama. Karena itu warga berinisiatif memperbaiki jembatan agar akses masyarakat tetap bisa digunakan,” katanya.

Ia menambahkan, warga bahkan harus mengumpulkan dana secara sukarela untuk memenuhi kebutuhan perbaikan. Upaya tersebut dilakukan karena jembatan menjadi akses vital bagi aktivitas sehari-hari masyarakat.

Noris bersama warga mendesak pemerintah daerah, pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat agar segera mengambil langkah nyata memperbaiki jembatan tersebut.

“Hal semacam ini tidak boleh dibiarkan. Seharusnya pemerintah hadir untuk melihat kebutuhan warga. Jangan diam dan seolah-olah tidak terjadi apa-apa,” tegasnya.

Lanjut Noris, warga menyampaikan apresiasi kepada Babinsa Loloda Kepulauan, Hendrik Sahureka, yang terlibat langsung membantu proses perbaikan.

Menurutnya, keterlibatan Babinsa bersama warga membuat jembatan kini kembali dapat dilewati dan sedikit banyak membantu mengatasi persoalan akses transportasi masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada Babinsa Loloda Kepulauan Hendrik Sahureka yang telah terlibat langsung membantu pekerjaan perbaikan jembatan. Dengan gotong royong bersama warga, kini jembatan sudah bisa dilewati kembali,” tuturnya.

Ia berharap pemerintah lebih serius memperhatikan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan, khususnya jembatan yang menjadi akses utama masyarakat.

Mag Fir
Editor