Bawaslu Kota Ternate Perketat Pengawasan Jalur Perseorangan

Kifli Sahlan

TERNATE-PM.com, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Ternate, Kifli Sahlan mengatakan, terkait dengan dokumen bakal pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Ternate jalur independen, yang mereka lihat saat ini, apabila kalau dipakai berdasarkan insting pengawasan sempat ada beberapa dokumen yang katakanlah masih kabur.

Hal ini disampaikan Kifli usai pasangan calon jalur independen memasukan syarat dukungannya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Ternate, Sabtu (22/02/2020). Menurutnya, dokumen yang masih kabur itu, misalnya tanda tangan dan sebagainya itu yang tidak sesuai juga menjadi bagian dari objek pengawasan, karena kenapa, itu nanti akan menjadi indikasi tindak pidana. 

"Dalam Pasal
185 Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016 menjelaskan, barang siapa yang dengan
sengaja merekayasa atau memanipulasi data dalam syarat dukungan tersebut maka
akan mendapat hukuman dan denda minimal 36 bulan dan maksimal 72 bulan,"
terang Kifli.

Oleh karena itu,
kata Kifli Bawaslu tetap menitik fokuskan melakukan pengawasan yang melekat
pada tahapan ini sampai pada tahapan penetapan pasangan calon.

"Nanti akan
diagendakan dalam bulan Juli sesuai dengan peraturan KPU 2016," sebutnya.
Sembari melanjutkan, untuk saat ini tahapannya masih dalam pemeriksaan dokumen
oleh jajaran KPU terkait dengan jumlah, tanda tangan dan lain sebagainya,
tetapi ini belum merupakan administrasi yang dikatakan telah memenuhi syarat.

"Karena masih harus di lakukan verifikasi administrasi, selanjutnya baru di lakukan faktualisasi dokumen yang telah di masukan ke KPU Kota Ternate," tutupnya. (wm02/red)

Komentar

Loading...