poskomalut.com
baner header

Bawaslu Malut Gelar Rapat Koordinasi Persiapan Kaliber

TERNATE-PM.com, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Ternate, Kamis (05/03/2020), menggelar rapat koordinasi pemantapan Kampung Pemilihan Bermartabat (Kaliber) dalam menghadapi Pemilihan Walikota Ternate 2020. Kegiatan yang digelar di ruang rapat kantor Bawaslu Kota Ternate ini, dihadiri Kabag Pemerintahan Kota Ternate, Kesbangpol, Kepala Bappeda, seluruh camat se-Kota Ternate, serta 8 lurah yang mewakili tiap-tiap kecamatan.

Ketua Bawaslu Kota Ternate, Kifli Sahlan dalam kesempatan itu menyampaikan, penyelenggaraan pemilihan sebagai ajang memilih pemimpin (kepala daerah) merupakan tanggung jawab bersama. Upaya menyukseskan tahapan demi tahapan dalam pemulihan ini, menjadi tugas semua elemen masyarakat. “Kita semua punya tanggung jawab yang sama, dalam mengawal pemilihan ini bisa berjalan sebagaimana mestinya,” ungkap Kifli.

Saat ini, kata Kifli, Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) telah di release oleh Bawaslu RI ke publik. Dan Kota Ternate berada pada posisi 15 besar, sebagai daerah rawan pemilihan. Hal ini harus menjadi langka ikhtiar buat penyelenggara dalam menjalankan tugas pemilihan.

“Kalau kita ambil dari aspek penyelenggaranya, di KPU dan Bawaslu dari kabupaten/kota itu sejak dari zaman panitia hingga jadi Bawaslu, belum ada komisioner yang dikenakan sanksi etik. Sementara dari segi, kontestasinya (peserta pemilunya) bisa kita saksikan sendiri, mulai dari pemilihan walikota 2015, gubernur 2018, hingga pada pemilu 2019 itu,” tuturnya. 

Dari pengalaman pemilu dan pemilihan itu, kata Kifli, Bawaslu memprakarsai untuk mewujudkan sebuah program yang semua pihak terlibat didalamnya, yakni dengan dibentuknya Kampung Pemilihan Bermartabat (Kaliber).

“Kaliber ini adalah program yang sifatnya partisipatif. Partisipasi itu, bisa muncul dari partai politik, masyarakat, juga pemerintah,” sebutnya.

Kata Kifli, ada tiga aspek keberhasilan dalam penyelenggaraan pemilihan, yakni aspek penyelenggaranya, aspek partisipasi masyarakat dan aspek kontestan (peserta pemilu). “Untuk mencapai peradaban pemilu dengan kualitas yang baik, harus memperhatikan aspek-aspek ini,” terang Kifli. (wm02/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: