Delapan Anggota Panwascam Diperiksa Bawaslu Kota Ternate

Kordiv Hukum dan Penanganan Pelanggaran (HPP) Bawaslu Kota Ternate, Sulfi Majid

Dugaaan Memberi Dukungan Kepada Calon Perseorangan

TERNATE-PM.com, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Ternate, Kamis (05/03/2020), melakukan klarifikasi terhadap delapan ketua maupun anggota Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) yang diduga melakukan pelanggaran pemilihan, bertempat di ruang sidang Bawaslu Kota Ternate.

Koordinator
Divisi (Kordiv) Hukum, Penanganan Pelanggaran dan Sengketa Bawaslu Kota
Ternate, Sulfi Majid menuturkan, klarifikasi terhadap delapan orang ketua
maupun anggota Panwascam terkait temuan Bawaslu terdapat nama delapan orang
ini, pada surat dukungan salah satu calon walikota-wakil walikota Ternate dari
jalur independen.

“Dari
hasil pengawasan pemeriksaan dukungan calon independen, kami temukan ada nama
ketua dan anggota Panwascam yang ikut memberikan dukungan sebagaimana tertera
dalam surat dukungan,” ungkap Sulfi.

Dia
mengatakan, untuk hasil klarifikasi belum dapat dipublikasikan karena masih
dalam proses penanganan. Termasuk katanya, belum dapat menyimpulkan apakah
betul Panwascam memberikan dukungan. “Saat ini belum bisa disimpulkan karena
masih proses,” katanya.

Sementara
itu, Ketua Bawaslu Kota Ternate, Kifli Sahlan juga menyampaikan, hasil dari
proses ini akan dilanjutkan dengan keputusan yang dilakukan melalui pleno dan
diumumkan ke publik melalui media massa. “Jadi dalam tata cara penanganan
kasus, kita belum dapat mempublish karena proses klarifikasi masih berjalan dan
pihak-pihak lain juga masih akan diperiksa,” kata Kifli Sahlan.

Kifli
juga mengaku, pihak lain yang akan diperiksa atau dilakukan klarifikasi adalah
bakal calon walikota jalur independen sebagai saksi. “Sesuai jadwal, Jumat
(6/3/2020) akan dilakukan klarifikasi saksi yakni bakal calon walikota
independen,” katanya.

Kata
dia, delapan anggota Panwascam itu diperiksa atas dugaan pelanggaran etik
sebagaimana hasil pengawasan pada saat proses verifikasi dokumen administrasi
bakal calon perseorangan. 

“Ada
dokumen yang dimasukan oleh Bakal Calon Perseorangan itu ada juga termasuk
beberapa penyelenggara kami yang delapan tadi diperiksa namanya, juga ada
identitas di dalamnya. Kami jadikan ini sebagai temuan,” jelasnya.

Dikatakan,
apabila terbukti dalam pemeriksaan tersebut, maka Bawaslu akan
menindaklanjutinya sesuai Peraturan Bawaslu (Perbawaslu) tentang pemberian
sanksi etik penyelenggara pemilu dan pengawas di tingkat ad hoc. “Kami akan
melihat hasil dari delapan orang yang diperiksa, selanjutnya apakah terbukti
atau tidak. Soal mengarah nanti kita lihat hasil pemeriksaan, kalaupun hasil
pemeriksaan itu mengarah pada pelanggaran pasti kita tindak lanjuti. Sementara
kita fokus dulu pada dugaan pelanggaran kode etik,” ungkapnya.

Delapan
anggota Panwascam itu kata Kifli, bisa saja dicopot dari jabatanya jika
terbukti dalam hasil pemeriksaan. Tetapi jika tidak terbukti, maka akan dilihat
hasil rekomendasi dan hasil kajiannya. “Apakah itu mengarah atau tidak.
Sekarang kita belum bisa membuka informasi terlalu banyak kepada publik karena
tahapannya masih jalan,” ungkapnya.

Yang
pasti, apabila dalam pemeriksaan delapan anggota Panwascam tersebut tidak
terbukti bersalah. Maka akan berdampak pada bakal calon perseorangan, sebab di
dalam pasal 185 menjelaskan bahwa barang siapa yang dengan sengaja merekayasa
daftar dukungan, maka akan dikenakan sanksi pidana. 

“Logikanya
kalau Panwascam terbukti memberikan dukungan, maka dia dikenakan sanksi etik.
Tapi kalau tidak terbukti maka dokumen administrasi dimasukan ke salah satu
bakal paslon itu pasti akan kami rujuk kepada KPU untuk di TMS-kan. Bisa jadi
dugaan kami pemalsuan dokumen, kita belum tahu kesana, nanti pemeriksaan lebih
lanjutan. Tapi kalau terbukti maka sudah pasti itu pemalsuan dokumen,”
tegasnya. Sembari melanjutkan, untuk dugaan pelanggaran yang pelakunya bukan
penyelenggara belum bisa diperiksa.

Seperti diketahui sebelumnya, Bawaslu Kota Ternate menemukan delapan nama yang terdiri dari ketua dan anggota Panwascam ikut memberikan dukungan kepada calon independen atau perseorangan. Delapan anggota Panwascam tersebut diantaranya, Panwascam Moti, Ruslan Thalib (Ketua), Darwis Ilyas (anggota), Isran H.Siraju (anggota). Panwascam Ternate Utara, Putri Nurdiana Jailani (ketua), Isra H. Siraju (anggota). Ketua Panwascam Pulau Ternate, Farman Noh serta Ketua Panwascam Ternate Tengah, Mustakim Jamal serta anggota Panwascam Pulau Hiri, Jumhar Malik. (wm02/red)

Komentar

Loading...