poskomalut.com
baner header

Deprov Malut Desak Antam Tutup Eksplorasi di Blok Marpono

SOFIFI-PM.com, Komisi III DPRD Provinisi Malut, melalui Rapat Dengan Pendapat Umum (RDPU) merekomendasikan agar eksploritasi blok Marnopo di Buli Aneka Tambang (Antam) ditutup.

Hal ini ditegaskan usai RDP bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Inspektorat tambang dan pihak Antam di Grand Majang Hotel, Jumat (8/5).

Sekretaris komisi III Sahril Taher, menegaskan, dari hasil rapat bahwa kondisi kejadian terjadi pencemaran lingkungan dimana keluar lumpur begitu banyak  di daerah Marhopo Teluk Buli, Halmahera Timur. “Itu memang kemarin ada  kondisi cuaca yang  curah hujan tapi itu tidak boleh menjadi alasan bahwa terjadi pencemaran tidak bisa,”katanya.

Setiap perusahan, kata Sahril, sudah ada desain menanggulangi dampak lingkungan dalam dokumen Amdal, yakni sebuah dokumen bagaimana mengatur tentang masukannya perusahaan tambang kemudian  dampak lingkungannya sudah diantisipasi dalam rencana ini.

Dikatakan, memang dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup  jauh sebelumnya sudah mengiktiarkan hal itu kepada Aneka Tambang, melakukan penambangan wilayah Marnopo. Aneka Tambang harus  hati -hati. Begitu pula inspektur tambang dalam hal ini sudah berulang kali mewanti -wanti kalau dilakukan  eksploritasi wilayah Marnopo harus hati – hati karena daerahnya terjal. “Makanya saya bilang kenapa kalau memang tidak memenuhi kaedah – kaedah lingkungan dan kaedah tambang  kenapa diizinkan eskploritasi di situ.Kan masih banyak blok yang dia punya ada 39 000 lebih dan tidak harus Marnopo,”tegasnya.

Menurut Sahril, Marnopo itu lembah sungai besar di bawahnya terjal.

“Orang gila yang memberikan izin kepada Antam yang melakukan penambangan di daerah terjal dengan kemiringan sampai 40 derajat.”ucap Sahril.

Makanya nanti  ada rapat lanjutan.Pihaknya berencana meninjau, bahkan nanti DPRD  rekomendasikan Antam hentikan eksploritasi di blok Marnopo. Sebab Antam punya wilayah besar sekali 39 000 lebih kenapa mau ngotot sekali.”Selesai lebaran kita akan tinjau yang jelas DPRD akan bersikap tegas terkait dengan masalah ini,”tambahanya.

Aneka Tambang juga tidak serius masuk di Maluku Utara. Faktanya berapa tahun Antam membangun smelter sini. Artinya cuman datang bikin label saja terus  dia jual peper cari pengusaha dari cina baru jual – jual itu.Aneka Tambang sama deng dibo- dibo saja, “cecarnya.(iel/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: