Dikbud Malut Bakal Keluarkan Juknis Pelaksanaan Ujian Sekolah SMA/SMK

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Maluku Utara, Imam Makhdy Hasan.

SOFIFI-PM.com, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara akan mengeluarkan edaran terkait dengan petunjuk teknis (Juknis) pelaksanaan ujian sekolah (US) sekolah menengah atas (SMA) SMK sederajat, yang rencananya dilaksanakan pada 22 Maret mendatang.

Kadikbud Malut Imam Mahdi saat dikonfirmasi awak media baru-baru ini menuturkan, Disdikbud Malut telah menyusun petunjuk teknis ujian sekolah yang nantinya diberlakukan di dinas pendidikan, cabang Diknas, dan satuan pendidikan.

"Kita hanya monitoring dan membuat edaran pelaksanaan ujian. Kemudian cabang Diknas berkordinasi dengan satuan pendidikan untuk melaksanaan ujian di sekolah masing-masing," katanya saat ditemui di ruang kerjanya, akhir pekan.

Menurutnya,juknis tersebut berdasarkan edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang menjadi acuan semua satuan pendidikan di setiap daerah untuk menggelar ujian. Namun dalam pelaksananya tetap memperhatikan kondisi covid-19 di setiap satuan pendidikan atau daerah.

Lanjut imam, pelaksaan ujian sekolah di SMA/SMK ini terdapat beberapa alternatif bagi satuan pendidikan untuk memilih bentuk ujian sekolah yang disesuaikan dengan situasi covid-19 saat ini.

Pertama, bentuk ujian portofolio terkait evaluasi laporan nilai pendidikan mulai semester 1 sampai 6. Kemudian nilai sikap dan prilaku siswa yang bersangkutan dan prestasi siswa. Kemudian penugasaan yang sesuai kaidah-kaidah penilaian maupun ujian sekolah dalam bentuk ujian tertulis, serta bentuk-bentuk penilian lain.

Ini berlaku untuk SMA. Sementara untuk SMK ada ujian praktik yang wajib dilakukan, karena bagian dari proses kelulusaan. Dalam edaran menteri itu juga dijelaskan model soal. Untuk Maluku Utara ada dua model soal yang nanti digunakan, yakni pelihan ganda dan uraian atau esai.

Sementara Kepala Seksi Kurikulum SMA pada Dikbud Malut, Ramli Kamaluddin Peserta ujian SMA total 13357 peserta, SMK total 5969 peserta dan SLB total 61 pserta tahu. Ajaran 2020/2021. dalam aturan kementerian tentang penyusunan soal ujian sekolah diserahkan ke sekolah masing-masing. Bagi sekolah yang memiliki keterbatasan SDM, dapat berkordinasi dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) kabupaten/kota untuk menyusun secara bersama dibawa kordinasi Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).

“Pelaksaan ujian sekolah ini untuk jumlah soal mata pelajaran disesuaiakan dengan tiga jurusan. IPS dan Bahasa itu pilhan gandanya sebanyak 40 soal, ditambah dengan soal uraian 5 nomor. Jurusan IPA, pilihan ganda sebanyak 35 ditambah soal uraian 5 nomor. Untuk mata pelajaran Matematika, pilihan gandanya sebanyak 30 ditambah 5 soal esai,”bebernya.(iel/red)

Komentar

Loading...