Hj. Nursiah dan Merlisa Target jadi “Kosong Dua”

para bakal calon walikota dan wakil walikota

TERNATE-PM.com, Dua srikandi Kota Ternate saat ini cukup menarik perhatian publik. Mereka adalah Hj. Nursiah dan Merlisa Marsaoly. Nama besar dua perempuan ini membuat beberapa balon Wali Kota Ternate terpikat, untuk menjadikan “kosong dua” pada Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Ternate September 2020 mendatang.

Beberapa balon Wali Kota Ternate yang saat ini mendekati dua srikandi itu, sebut saja, Hasan Bay, Tauhid Soleman, Iswan Hasjim dan Yamin Tawari. Hal ini diakui ketua DPC PDI Perjuangan Merlisa Marsaoly ketika diwawancara wartawan media ini, Rabu (22/1/2020) kemarin.

Menurut Merlisa, sejumlah balon Wali Kota Ternate mendekati dirinya, menjadikan pasangan Pilwako Ternate, diantaranya Hasan Bay, Tauhid Soleman, Iswan Hasjim. Hanya saja, mantan ketua DPRD Kota Ternate tersebut belum mengamini rayuan tiga balon wali kota tersebut. Sebab, dirinya masih konsisten dengan sikap politiknya, menjadi kosong satu atau balon Wali Kota.

“Saat
ini masih mengikuti mekanisme dan tahapan di DPP. Nanti kita lihat,
prosesnya seperti apa, PDI-P mengambil posisi apa? Jadi ini yang masih dilihat
dalam proses," ungkap Merlisa. Dia mengatakan, saat ini PDI-P masih
mengambil posisi calon Wali Kota, bukan posisi Wakil Wali Kota. Selain itu, dia
mengatakan sudah ada dua partai politik yang menawarkan diri untuk berkoalisi
dengan PDIP, dengan posisi tawar sebagai calon Wakil Wali Kota dari PDIP. "Kedua
partai tersebut, salah satunya partai besar yang menginginkan posisi calon Wakil
Walikota," tuturnya seraya mengatakan, jika rekomendasi DPP PDI-P jatuh ke
pelukannya maka calon wakil wali kota yangdiinginkan harus dari unsur
birokrasi.

“Hasil
survei internal PDIP sudah ada dan telah dipresentasikan DPP. Saya, tidak mau
berkomentar hal itu, karena saya juga salah satu bakal calon yang mengikuti
tahapan di PDI-P. Hasil survey ini, mungkin lebih pas dikomentar Badan
Pemenangan Pemilu (Bappilu)," jelasnya. Lebih jauh, Merlisa mengatakan, hingga
sekarang, dia masih intens menjalin komunikasi dengan partai politik yang
mengikuti kontestasi Pilkada 2020 ini. Merlisa berharap koalisi nasional
PDI-P-Golkar saat ini, juga bisa terjadi di Maluku Utara khususnya di Ternate.
Saya juga ingin diusung partai Berkarya. Tinggal menunggu putusan DPP
Berkarya," tutupnya.

Sementara,
balon Wali Kota Ternate lain, yang tak kalah menarik perhatian publik Kota
Ternate, Hj. Nursiah. Nursiah juga menegaskan, sampai saat ini masih konsisten
tetap ikut kontestasi Pilwako.  Mantan istri
Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman itu mengaku 
sudah ada beberapa parpol yang “meminangnya”. "Sudah ada beberapa
bakal calon (bacalon) yang menawarkan saya untuk jadi pasangan di pilwako, termasuk
beberapa bacalon independen, tetapi dengan beberapa pertimbangan, saya menolak
pinangan tersebut,” akunya.

Ditanya,
kabar akan berpasangan dengan bacalon Wali Kota dari Partai Perindo Yamin
Tawari, Hj. Nursia mengaku memang sudah ada komunikasi antara timnya dengan tim
Yamin. "Sejauh ini, saya belum bertemu dengan Pak Yamin secara langsung.
Tetapi melalui timnya, memang sudah ada kabar tentang itu," ungkapnya.

Saat
ini, dia belum bisa memastikan dengan jelas, kepada siapa dirinya menjatuhkan
pilihan. "Saat ini semua bakal calon belum jelas akan bisa maju atau
tidak. Karena itu, sementara masih bangun komunikasi dengan parpol,"
terangnya seraya mengatakan, insya Allah, saya tetap bertekad maju di Pilwako.

Balon Wali Kota Ternate Hasan Bay, Tauhid Soleman, Iswan Hasjim saat ini memang monoton mencari pasangan Wakil Wali Kota. Sebab, mereka didesak DPP PKS agar segera menentukan pasangan balon wakil. "Ada tiga pasangan balon Wali Kota Ternate yang kita rekom ke DPP yaitu Hasan Bay, Tauhid Soleman dan Iswan Hasjim. Ketiga balon wali kota ini sudah bertemu dengan DPP. Saat ini, DPP masih menunggu nama wakil yang akan disodorkan. Setelah itu, baru DPP menentukan rekomendasi ke siapa," ujar Ketua DPW PKS Malut Ridwan Husen, Rabu (22/01/2020) kemarin. Dia mengancam, jika tidak segera menentukan balon wakil maka dalam waktu dekat, PKS Malut akan memberikan rekomendasi ke balon wali kota yang lain.

Menurut
dia, ada mekanisme di PKS sebelum DPP mengeluarkan rekomendasi, salah satunya
adalah balon wali kota sudah sudah punya balon wakil. "Rekomendasi akan
dikeluarkan jika bakal calon sudah punya pasangan dan punya partai politik lain
yang bisa berkoalisi," ujarnya. 

Untuk partai koalisi, PKS memberikan hak sepenuhnya kepada bakal calon untuk mencari, memilih partai koalisi. Ditanya soal keinginan DPD PKS Kota Ternate ke Tauhid Soleman, Ridwan mengaku memberi kebebasan tapi semua keputusan ada di DPP. "Selain itu, koalisi di Halmahera Selatan antara PKB dan PKS tidak mempengaruhi keputusan di Ternate karena tidak ada kesepakatan seperti itu," ujarnya. (mg-02/red)

Komentar

Loading...