SOFIFI-PM.com,  Setelah mendapat arahan dari gubernur agar setiap SKPD harus menciptakan program inovasi, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Maluku Utara, Muliadi Tutupoho langsung tancap dengan melakukan diskusi bersama kepala bidang, kepala seksi disarpus dengan tema Ngohi: Ngobrol harus Inovatif. Ia  menghadirkan nara sumber Kepala Balitbangda Malut, Mulyadi Wowor, berlangsung di Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Malut, Senin (24/08).

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Malut, Muliadi Tutupoho, secara tegas di hadapan kepala bidang, kepala seksi agar berinovasi menciptakan program-program inovasi. Jika tidak bisa ciptakan program inovasi alangkah baiknya mundur diri saja.”Saya yakin teman-teman kepala bidang dan kepala seksi punya banyak ide inovatif. Untuk itu dapat dilaksanakan. Jika tidak bisa inovasi harus legowo dan memberikan kesempatan pada yang lain,”kata Muliadi.

Mantan  juru bicara Gubernur Malut itu mengaku memberikan kesempatan kepada pejabat struktural di lingkungan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, selama dua untuk minggu menggagas program inovasi minimal satu program. ”Saya berikan waktu dua minggu pada pejabat di lingkungan Disarpus Malut untuk gagas program inovasi dan akan dipresentasikan secara internal namun dipantau langsung Balitbangda Malut,”ungkapnya.

Program inovasi yang digagas oleh masing-masing bidang di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan akan disampaikan ke publik melalui media. Untuk itu dirinya meminta media agar dapat mengontrol. ”Saya harap media dapat mengawasi program inovasi yang digagas masing-masing bidang di Disarpus Malut ini,”harapnya.

Sementara Kepala Balitbangda Malut, mengaku berdasarkan skor atau kriteria, pemprov dikategorikan sebagai  kurang inovasi. Agar keluar dari zona ini, butuh kerjasamassmua SKPD.”Penilaian dari kinerja SKPD jika SKPD di lingkungan pemprov berinovasi maka kita bisa keluar dari zona kurang inovasi,”bebernya.

Menurutnya, inovasi merupakan satu solusi dan langkah pemecahan satu masalah. Misalnya di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Malut, terkait dengan masalah arsip, karena banyak arsip di masing-maaing dinas belum tertata dengan baik. “Saat ini bacarita arsip kita selalu harus ke arsip nasional, bahkan ke luar negeri. Ini yang harus dipikirkan dinas kearsipan dan perpustakaan agar bisa hadirkan arsip-arsip kita dengan susun secara rapi,”singkatnya.

Ia meningkatkan budaya membaca di dinas kearsipan dan perpustakaan bisa juga mengundang para pelajar untuk datang membaca di perpustakaan, tinggal diatur jadwalnya. ”Kita harus buat inovasi dari hal-hal yang kecil, jika itu yang kita lakukan, saya yakin kita bisa keluar dari zona,”katanya.(iel/red)