Massa Elang Demo Alien Mus

Koordinatir Aksi, Hasyim Abdul Karim Saat Menyampaikan Bobotan Aksi di Depan Sekretariat DPD I Golkar Malut

Di Halteng, Pendung Elang Demo Sakir Ahmad

TERNATE-PM.com, Puluhan massa pendukung calon Ketua DPD I Partai Golongan Karya (Golkar) Malut, Edi Langkara (Elang) menggelar demonstrasi di depan Sekretariat Kantor DPD I Golkar Malut pada Minggu kemarin (15/03/2020).

Dalam aksi itu, pendukung Elang menuntut agar Alien Mus selaku Ketua DPD I Partai Golkar Malut untuk mundur dari pencalonannya sebagai ketua DPD. Selain itu, massa aksi juga menolak kedatangan Wakil Ketua DPP Partai Golkar, Rizal Mallarangeng yang rencananya akan tiba pada, Senin (16/03/200) hari ini.

Penolakan terhadap Alien karena, massa aksi menilai mantan anggota
DPRD Malut itu selama memimpin Golkar Malut terlalu menanamkan sikap otoriter. Masa
juga menilai, di kepemimpinan Alien, banyak kursi legislatif di kabupaten/kota
maupun di provinsi mengalami penurunan. "Kursi Golkar di legislatif mengalami
penurunan drastis. Membuat Golkar yang menjadi unsur pimpinan kalah dari partai
lain," kata Koordinator Hasyim Abdul Karim dalam orasinya.

Selain itu Hasyim mengatakan, Golkar merupakan partai besar dan
dimiliki orang banyak. Sehingga, diharapkan pimpinan DPD Golkar Malut harus
berorientasi untuk mencerdaskan kehidupan politik dan mengelola partai dengan
baik. "Artinya tidak semena-mena menggunakan partai politik, sebab itu
akan menghancurkan tatanan politik dan demokrasi di Malut," jelasnya.
Olehnya itu, kata dia kepemimpinan seperti Alien Mus harus diakhiri dan
dievaluasi, tidak boleh dibiarkan saja seperti ini. 

Bahkan dalam masa kepemimpinannya, kata Hasyim. Alien tidak pernah
melakukan konsolidasi organisasi yang maksimal. Selain itu, ketua DPD II di
depak semena-mena tanpa melalui mekanisme. "Oleh karena itu kita harus
bersatu untuk mengakhiri sistem demokrasi seperti ini. Karena partai Golkar di
bawah pimpinan Alien Mus begitu tak berkembang, banyak buktinya dengan
hilangnya kursi di legislatif dan pada saat Pemilu kemarin," ungkapnya.

Secara terpisah, Ketua Panitia Musda V DPD Golkar Malut Arifin
Djafar kepada awak media menyampaikan aksi yang digelar pendukung ELang itu
hanya bagian dari dinamika Musda. Sehingga pihaknya menanggapi dengan biasa.
“Bukan Golkar kalau tidak ada dinamika,” tuturnya. Kata dia, kubu Edi Langkara,
yang juga sebagai bakal calon Ketua DPD I Golkar Malut, harusnya kalau ingin
menyampaikan aspirasi dengan santun, bukan malah dengan cara yang salah. “Kubu
Edi sebenarnya ingin menyampaikan aspirasi, tetapi dengan cara yang salah,”
cetusnya.  

Arifin Djafar mengatakan, masa aksi yang mendatangi Sekretariat
Golkar merupakan masa bayaran dari Edi Langkara. Dimana massa aksi tersebut,
kebanyakan merupakan ojek pangkalan yang dibayar sebesar Rp 100.000 per orang.
Sehingga pihaknya hanya mengambil sikap tenang, karena pada Demonstrasi kemarin
tak terjadi apa-apa. "Kami mendengar apa yang mereka katakan, dan kami
menganggap itu biasa saja, semua orang punya hak bicara. Dan karena tidak ada
tindakan kekerasan maupun pengrusakan, maka wajar-wajar saja jika mereka
menyampaikan pendapatnya," ujar Arifin.

Musda sendiri, kata dia tetap akan digelar pada besok (hari ini,
red), pukul 20.00 WIT. "Akan dihadiri 7 orang pengurus DPP, diantaranya ;
Wakil Ketua Umum Rizal Mallarangeng, dan 6 pengurus DPP lainnya," sebutnya
seraya mengatakan, untuk persiapan Musda sendiri, sudah berjalan 98 persen. “
Sejauh tidak ada surat pembatalan dari DPP, Musda tetap dilaksanakan besok
(hari ini),” tegas Arifin. Untuk pengamanan Musda, Panitia sudah berkomunikasi
dengan Pihak Polda dan Polres untuk melakukan pengamanan. “Prinsipnya, pihak
keamanan akan membackup, apabila mengganggu ketertiban umum,” tutupnya.

Halteng
Bergejolak

Sementara, di Halmahera Tengah (Halteng) bergejolak. Ini karena ketua DPD II Sakir Ahmad melakukan resuffle pengurus. Kondisi tersebut memicu kemarahan ratusan simpatisan, Pincam, Pimdes, serta pengurus harian maupun pendukung Edi Langkara.

Minggu (15/3/2020), ratusan simpatisan Partai Golkar dan pendukung Edi Langkara mendatangi rumah pribadi ketua DPD II Sakir Ahmad dan kantor Golkar Halteng. Kedatangan simpatisan Golkar dan pendukung Edi Langkara itu untuk meminta ketua DPD II memberikan penjelasan terkait resavel pengurus yang dilakukan Sakir Ahmad jelang Musda.

"Tuntutan
kita kenapa ketua DPD melakukan resavel sepihak, dan kenapa tidak mendukung Edi
Langkara. Kami meminta kepada ketua untuk berikan klarifikasi soal resavel
pengurus karena itu sepihak, serta dukungan kenapa harus mendukung Alien Mus.
Padahal kita punya basis dan Edi Langkara maju mencalonkan diri," teriak
Iksan Ishak CS yang menympaikan banyak hal saat mendatangi rumah dan kantor DPD
II Golkar Halteng.

Senada
pengurus Pincam Golkar Halteng, Salim Kamaraja menegaskan, sebagai simpatisan,
pimcam dan Pimdes partai Golkar Halteng mendesak Ketua DPD II mengikuti
aspirasi dari bawah terkait dengan dukungan Edi Langkara sebagai ketua DPD I
Propinsi Maluku Utara.

"Ketua
DPD harus memberikan kalrifikasi terkait masalah resavel pengurus, karena yang
dilakukan itu adalah secara sepihak, juga mengapa dukungan itu bukan ke Edi
Langkara, melainkan ke Alien Mus," tegasnya. Ia menyatakan, keikutsertaan
Edi pada Musda kali ini menajdi persoalan harga diri. "Kami menyatakan dengan
tegas bahwa yang dilalukan Sakir adalah seorang diri yang tidak diakui semua
Pincam, Pimdes serta simpatisan Golkar dan Pendukung Edi
Langkara,"pungkasnya.

Pengurus
harian DPD II, Aswar Salim, menyatakan, dalam sejarah perpolitikan di Halteng,
Golkar tidak pernah menang, alias selalu Kalah. Golkar menang di tahun 2019
kemarin. "Sehingga sebagai bentuk apresiasi kepada bupati  yang punya
kerja keras menangkan Golkar di Halteng, untuk maju bertarung ketua DPD
I,"tandasnya.

Hamlan
Kamaluddin menambahkan, ketua DPD II Golkar Halteng tidak paham aturan partai.
Kenapa disampaikan demikian lantaran yang dilakukan Sakir Ahmad itu tidak
mengikuti fatsun partai tapi mengikuti keiginan pribadi. 

Diketahui, pada kesempatan itu, seluruh simpatisan, pengurus, pincam, pimdes dan pengurus DPD II Golkar menyatakan, bahwa yang disampaikan Sakir Ahmad bahwa dirinya melakukan rapat bersama pengurus pincam, pimdes dan menetapkan Alien Mus sebagai ketua DPD itu tidak benar, menurut mereka tidak ada rapat pleno menetapkan itu. (msj/mg02/red)

Komentar

Loading...