Musda Golkar Malut Ditunda, Edi dan Alien Sama-Sama Klaim Dapat Dukungan DPP

Edi Langkara dan Alien Mus

Digelar Pekan Depat

TERNATE-PM, Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Malut ditunda lagi. Sebelumnya  musda sedianya digelar pada 3-4 Maret, kemudian dijadwalkan Senin (9/3/2020) hari ini, namun  ditunda lagi sampai dengan Senin (16/3/2020) dan Selasa (17/3/2020) pecan depan.

Penundan pelaksanaan musda Golkar Malut ini dibenarkan Ketua panitia pelaksana Arifin Djafar. “Kami sudah menerima surat penundaannya dari DPP. Dalam surat yang diterima DPD Golkar Malut ini, Musda akan digelar pada tanggal 16-17 Maret 2020 pekan mendatang. Nanti, informasi lebih lengkapnya akan digelar jumpa pers bersama awak media, besok (hari),” ungkap Ketua Panitia Musda Arifin Djafar, saat dihubungi via telephone, Minggu (08/03/2020) tadi malam.

Sementara, penundaan pelaksanaan
Musda ini sebelumnya sudah dikomentari Edi Langkara (Elang). Kepada wartawan
Posko Malut, Elang yang juga Bupati Halmahera tengah (Halteng) ini mengatakan
musda akan kembali digelar pada 16-17 Maret mendatang. “Penundaan Musda ini
lebih pada kesiapan panitia penjaringan dan teknisnya tidak dilaporkan ke DPP
sehingga berujung pada penundaan. Saya mencermatinya seperti itu, karena secara
politik pihak tetangga sebelah harus memahami," terangnya. 

Ditanya soal, syarat dukungan
sebanyak 30 persen atau sebanyak lima suara yang belum capai sebagaimana yang
disampaikan Steering Committee (SC) Musda Golkar beberapa waktu lalu.

Menurut Elang, syarat dukungan 30
persen tidak masalah karena sudah terpenuhi. Dukungan 30 persen tersebut akan
diserahkan saat pembukaan Musda. "Semua telah siap dan lengkap, tinggal
diserahkan saja. Saya memiliki sembilan suara dukungan yang terbagi atas 6 DPD
II,  ditambah dengan 2 suara ormas dan tambah lagi satu suara DPP,  maka akan menjadi 10 sura," kata Edi.

Dia mengajak kepada kader partai agar dapat melihat dari batas ke bawah. Karena keterwakilan tidak absolute pada voters. Berbeda dengan pilkada, pada pilkada foternya adalah personaliti. Namun demokrasi keterwakilan seperti Musda ini, maka mempertemukan keterwakilan antara bawah dan atas. Substansi demokrasi keterwakilan itu harus mempertemukan elit dan pelaksana di daerah. Dengan begitu barulah akan melahirkan keputusan politik. Artinya lebih tinggi adalah ketua umum. “Sehingga jika mereka mengatakan, petahana Alien mendapatkan restu dari DPP yakni Kahar Muzakir, saya (Elang) tegaskan mendapatkan dukungan langsung dari Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto. Sehingga jika mereka mengatakan dapat restu, itu dari mana?," tanya Edi. 

Dia mengklaim,. mendapat dukungan langsung dari Airlangga untuk memimpin DPD I Partai Golkar Malut. Ssedangkan kandidat yang lain tidak sama sekali. “Kepada seluruh kontestan Pilkada 2020 untuk tidak dikenai mahar politik sama sekali. Dan biaya survey, kandidat akan dibiayainya sendiri tanpa membebankan kepada kontestan maupun DPD Golkar. Saya siap mengundurkan diri dari DPP, karena pencalonan saya ini didorong langsung Ketua umum," tutupnya.  (wm02/red)

Komentar

Loading...