poskomalut, Sungguh miris! Museum Perang Dunia II dan Trikora di Kabupaten Pulau Morotai rusak parah.
Dua bangunan yang dibangun pada 2012 Kementerian PUPR RI bernilai miliaran rupiah yang terletak di tikungan Desa Wawama Kecamatan Morosel kondisi.
Berdasarkan amatan media ini, bangunan Museum Perang Dunia II memiliki sejumlah plafon, kaca, AC dan beberapa peralatan lainnya juga sudah rusak.
Hanya saja, bangunan itu masih bisa dipakai untuk tempat penyimpanan barang antik hasil peninggalan perang.
Namun, paling parah, Gedung Trikora yang berada di sebelah Barat. Gedung tersebut rusak parah. Misalnya atap gedung dan plafon bocor di semua ruangan. Di dalam ruangan ditumbuhi rerumputan.
Sejumlah foto seperti Presiden Soekarno dan pejuang Trikora maupun lainnya juga sudah hancur, terkena air hujan.
Parahnya lagi, bangunan museum yang terbuat dari kaca itu sudah retak bahkan pecah. Kondisi ini membuat pengunjung tidak berani masuk ke museum Trikora.
“Di dalam rumput yang tumbuh, kacanya juga sudah banyak yang retak, takut masuk, karena jangan sampai kaca pecah bisa kena kita,” ungkap Fatir, salah satu pengunjung kepada media ini, Sabtu (29/11/2025).
Sementara, penjaga dua museum Muhlis Saramin, mengatakan, sejak dua bangunan itu diserahkan Pemerintah Pusat ke Pemda Morotai pada 2019, bangunan wisata itu tidak lagi diperbaiki Pemda.
“Sejak 2019 ketika diserahkan ke Pemda Morotai itu tidak ada perbaikan museum sampai saat ini, yang berbahaya itu atap sama kaca. Kami takut ketika ada pengunjung, tiba-tiba kaca atau plafon jatuh, apalagi kalau angin kencang dari arah laut,” katanya.
Ia juga mengakui bahwa sejak diserahkan ke Pemda Morotai museum itu tambah rusak dan bisa dilihat mulai dari atap bangunan yang bocor di setiap bagian, ditumbuhi rumput luar bahkan sejumlah foto juga sudah rusak parah.
“Yang dianggarkan hanyalah biaya lampu, untuk rehap total tidak ada, sementara untuk museum PD II kami juga butuh AC, karena banyak tamu yang datang bukan hanya lokal tapi dari berbagai mancanegara,” akunya.
Ia meminta agar masalah kerusakan tidak lagi menjadi wacana para turis mancanegara, maka butuh perhatian serius dari Pemda Morotai.
“Turis mancanegara maupun lokal kalau datang ke Morotai yang dicari itu objek wisatanya, salah satu dua museum ini jadi kalau model begini akan jadi cerita juga, maka kami mohon agar bisa diperhatikan,” pintanya sembari mengatakan “Morotai merupakan saksi sejarah, harus dijaga anak cucu”.

Tinggalkan Balasan