poskomalut.com
baner header

Pansus Deprov Malut Ngotot, Desak Pertanggungjawaban Dana Covid-19 Rp 148 M

SOFIFI-PM.com, Panitia khusus Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Malut, tetap ngotot agar dana penanganan virus Corona (Covid-19) sebesar Rp 148 miliar  dipertanggungjawabkan dalam laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Malut tahun 2020, karena dana tersebut bersumber dari APBD.

Ketua Pansus DPRD Malut, Sahril Taher, saat dikonfirmasi awak media usia menghadiri diskusi di Jarod Cafe, Sabtu (1/5/2021) malam menjelaskan, meskipun alasan pemerintah bahwa laporan dana Covid-19 terpisah dan diaudit oleh BPK, namun harus termuat dalam LKPJ. Sebab,  dana Rp 148 miliar itu bagian dari ABPD tahun 2020 yang tidak dapat dipisahkan.

”Dana Covid-19 itu berdasarkan hasil refocusing kegiatan SKPD di lingkungan Pemprov Malut bersumber dari APBD untuk itu harus dimuat juga dalam LKPJ Gubernur Malut,” katanya.

Menurutnya, publik harus mengetahui dana ratusan miliar itu peruntungan untuk apa, dan capaian kinerja dalam penanganan Covid-19 di Malut seperti apa. ”Dana Rp 148 miliar diperuntukkan untuk apa, serta capaian kinerja dalam pengembangan Covid-19  dengan dana ratusan miliar ini kan kita tidak tahu, karena tidak termuat dalam LKPJ. Padahal dana tersebut bagian dari ABPD,” tegasnya.

Ketua DPD Partai Gerindra itu menuturkan  waktu itu dana Covid-19 diawasi langsung oleh DPRD Malut melalui pansus dana Covid-19, sehingga Pemprov Malut harus memuat dalam dokumen LKPJ.

“Justru itu karena DPRD tahu makanya harus dimuat dalam LKPJ Gubernur Malut terkait dengan capaian kinerja penanganan Covid-19,” kata Sahril yang juga Sekertaris Komisi III itu.

Ia menambahkan terkait dengan LKPJ Gubernur Malut tahun 2020 ini, Pansus masih kesulitan menelah karena data yang disajikan dalam dokumen LKPJ dengan data SKPD itu berbeda.

”Pansus rencana akan panggil sekprov, Kepala Bappeda dan keuangan serta PPK dana Covid-19,” katanya. (iel/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: