poskomalut.com
baner header

Panwascam Ternate Utara Gelar Sidang Klarifikasi Perdana

TERNATE–PM.com, Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) Ternate Utara resmi menggelar sidang klarifikasi perdana terkait dugaan pemalsuan dukungan Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Perseorangan Muhdi B. Hi. Ibrahim dan Gazali Westplat (Muhdi-Gazali) dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwako) Ternate 2020.

Sidang mendengar klarifikasi itu berlangsung di Sekretariat Panwascam Ternate Utara di lingkungan Facei, Kelurahan Sangaji Utara, Kecamatan Ternate Utara pada sabtu (15/8/2020).

Ketua Panwascam Ternate Utara, Putri Nurdiana Jailan kepada Poskomalut.com, menjelaskan, ada 13 tim penghubung (LO) yang diundang untuk memberikan klarifikasi mengenai temuan Pengawas Desa/Kelurahan (PDK) yang melakukan pengawasan verifikasi factual (Verfak) Tahapan Perbaikan pada 9-14 Agustus, dimana dalam pengawasan itu ditemukan sebanyak 46 pendukung Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

“Hasil verfak tahap perbaikan data sementara, jajaran kami menemukan 26 orang meninggal dunia, 14 orang tidak mendukung dengan menandatangani Form BA.5-KWK, 1 orang PNS, dan 5 orang penyelenggara yang terdiri dari Panwascam, PPL, PPK, PPS dan PPDP,” jelasnya.

Menurut Putri, jumlah TMS saat ini baru data sementara, tapi ini merupakan data real dari jajaran pengawas kelurahan yang melakukan pengawasan secara langsung saat verfak.

“Data ini masih data awal, kami belum memasukan data pencermatan yang dikroscek oleh PPS dan PPL dengan dukungan Form B.1.1-KWK tahap awal. Sebab, dalam ketentuan syarat dukungan tidak boleh pendukung memberikan dukungan dua kali kepada calon perseorangan karena itu disebut dukungan ganda,” ujarnya.

Putri mengaku, dari 13 tim penghubung (LO) yang diundang, hanya 5 orang LO yang menghadirinya. Namun dari 5 yang hadir, hanya 3 orang LO yang memberikan keterangan klarifikasi. Sementara 2 orang LO lainya meminta izin untuk mengambil masker di rumah, tetapi hingga sore ini 2 orang LO itu tak juga balik ke Sekretariat Panwascam Ternate Utara untuk memberikan keterangan klarifikasi.

“Bagi tim penghubung kelurahan yang belum hadir hari ini, kami akan layangkan surat pemanggilan kedua,” tegasnya.

Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga (PHL) Panwascam Kota Ternate Utara Revelyno M. Hitiyaubessy menjelaskan, melalui sidang klarifikasi hari ini terdapat beberapa nama yang telah meninggal dunia sejak satu tahun lalu. “Dasar pemanggilan klarifikasi ini berdasarkan hasil pengawasan di lapangan,” jelasnya.

Sementara Koordinator Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran (HPP) Isra Hi. Siraju menjelaskan, berdasarkan Perbawaslu Nomor 14 tahun 2017 tentang penanganan pelanggaran pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dn wakil bupati, serta walikota dan wakil walikota, dalam pemilihan kepala daerah sesuai Undang-Undang nomor 10 tahun 2016, maka status tim penghubung (LO) yang dimintai klarifikasi masih dalam proses kajian hukum. Apabila diakhir keputusan terdapat unsur pidana tentang pemalsuan dokumen, maka pihaknya akan menindaklanjutinya ke Bawaslu Kota Ternate.

“Sementara ini kami masih dalam proses sidang klarifikasi dan pengkajian, setelah itu baru kami menyimpulkan sesuai dengan regulasi yang ada baru kita bertiga bisa mengambil keputusan,” pungkasnya. (Sam/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: