Pemprov Malut Berhutang, Kontraktor Jual Eskalator Masjid Raya Sofifi

Eskalator Masjid Raya Shaful Khairat Sofifi dipasarkan melalui aplikasi online shope Tokopedia.

SOFIFI-PM.com, Pemerintah Provinsi Maluku Utara nampaknya tidak memiliki itikad baik dalam penyelesaian hutang pihak ke tiga pembangunan Masjid Raya Shaful Khairat Sofifi.

Informasi yang diterima poskomalut.com, eskalator milik Masjid Raya Sofifi terancam dijual untuk menutupi separuh kerugian pihak ke tiga.

Eskalator tersebut (pun) diposting di berbagai media sosial bahkan ke salah satu aplikasi ternama di Indonesia yakni, Tokopedia.

Direktur PT Anugerah Lahan Baru, Athosuddin Daulay nampaknya mulai geram dengan sikap pemerintah provinsi yang terkesan acuh dan tak mau membayar hutang senilai Rp5 miliar lebih atas kelebihan volume pekerjaan masjid yang menjadi icon kota Sofifi itu.

Athosuddin meluapkan kekecewaannya terhadap pemerintah provinsi dengan mengancam menjual sebagian perabot masjid raya untuk menutupi kerugiannya yang tak kunjung dibayarkan.

"Tidak hanya eskalator, sebagian perabot yang terhitung belum dibayar pemprov bakal kami jual. Untuk bangunannya juga akan kami bongkar disesuaikan dengan hutang Pemprov," ancam Dirut PT Anugerah Lahan Baru melalui sambungan telpon, (4/6/2022).

Dirinya menjelaskan, eskalator yang masih tersegel rapi yang dibuka oleh oknum Pemprov Malut bakal dilaporkan juga ke pihak kepolisian.

"Hari ini juga mereka (Pemprov) buat masalah, ternyata segel (bungkusan) eskalator dibuka sama mereka," tegasnya.

Pria asal Medan ini mengaku, sudah berulangkali mengancam bakal membongkar pembangunan Masjid Raya Shaful Khairat. Hanya saja masyarakat setempat terus menerus mendatanginya untuk meminta suaka agar masjid yang menjadi kebanggaan Masyarakat Sofifi tidak dibongkar.

"Sebelumnya sudah kami menyurat ke Pemprov terkait pembongkaran masjid raya hanya saja masyarakat di sana datang dan minta agar jangan dibongkar biarkan mereka (masyarakat-red) yang mengumpulkan uang untuk dibayarkan atas pekerjaan bangunan masjid raya, dan kami sangat menghargai kecintaan masyarakat atas Masjid yang menjadi kebanggaan Kota Sofifi," akunya.

Terpisah, Sekertaris Daerah Malut, Samsudin A Kadir dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp enggan menjawab pertanyaan wartawan.

Sementara Karo Humas Pemprov Malut, Rahwan K Suamba belum dapat memberikan keterangan ketika ditanyai perihat tersebut.

"Iya, solusi belum ada," singkatnya melalui pesan WhatsApp.

Komentar

Loading...