SOFIFI-PM.com, Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), mengusulkan sejumlah program infrastruktur dalam pengembangan kawasan khusus ibu kota Sofifi, ke Kementerian PUPR RI. Usulan tersebut disampaikan langsung ke Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur Wilayah III, Manggas Rudy Siahaan, saat meninjau ibu kota Sofifi, Rabu (31/3).

Kepala Dinas PUPR Malut, Santrani Abussama dalam forum itu menyampaikan, saat ini dalam pengembangan infrastruktur jalan bebas hambatan Sofifi – Bandara Kuabang yang baru diresmikan Presiden RI Joko Widodo pekan lalu.

“Jarak 120 kilometer lebih dari Sofifi-Kuabang, tapi kalau kita pakai jalan bebas hambatan itu di angka 60 Kilometer lebih. Ada nilai pengurangan jarak dan estimasi waktu kurang lebih 40 menit,” urai Santrani Abussama di hadapan tim BPIW Kementerian PUPR RI.

Kemudian juga Landmark, untuk mendukung daya saing pembangunan ibu kota Sofifi sehingga akan menjadi ikon baru dan pusat keramaian baru di jantung Pulau Halmahera. Santrani juga mengungkapkan, hambatan-hambatan dalam pengembangan jalan lantaran kewenangan masing-masing, mulai dari kabupaten, provinsi, dan nasional.

“Kita akan merevisi kalau memang kita tidak bisa (membangun), kita akan mengalihkan status ke jalan nasional sehingga ada beban yang bisa terkurangi,” bebernya.

Ia juga mengusulkan jika dimungkinkan pekerjaan perluasan jalan nasional dari Halmahera Barat – Halmahera Utara di tahun 2021 ini dialihkan ke pembangunan jalan bebas hambatan Sofifi-Kuabang Kao.

“Kalau ini bisa dibicarakan untuk kita alihkan ke jalan bebas hambatan sehingga tahun ini minimal feasibility study kita bikin dan tahun 2022 sudah bisa jalan pembangunan fisik jalan tol,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini yang menjadi kendala di Sofifi juga sistem drainase. Dia khawatir jika tidak ditata dan dibangun sejak dini akan terjadi genangan yang tidak bisa terkontrol.

“Takutnya tergenangnya air dan tidak bisa tersalurkan ke kanal yang kita buat. Sehingga kenapa, jalur alir air itu harus diatur sedemikian rupa sehingga itu tidak tersumbat,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur Wilayah III menjelaskan kedatangannya bersama tim dalam rangka memotret langsung kondisi nyata yang ada di Maluku Utara dan khususnya di ibu kota Sofifi.

Menurut Rudi Sihan, Sofifi memiliki potensi yang luar biasa dan sangat penting untuk diberikan justifikasi formal sebagai dasar dalam mendorong pembangunan infrastruktur. “Karena ini secara yuridis formal sebagai ibu kota dari Provinsi Maluku Utara sehingga nanti menjadi central point atau pusat pertumbuhan ini bisa dikembangkan dan menjadi pusat dari kabupaten/kota lainnya sehingga saling mendukung dan memberikan kontribusi yang positif,” kata Rudi.

Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur Wilayah III, menyambut baik usulan dan masukan pemerintah Provinsi Maluku Utara, dan itu akan dibahas secara detail dengan instansi terkait.

“Semua masukan ini akan kita bahas dan bagaimana membagi peran antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah bagaimana ketersediaan lahan, perencanaan secara detail, termasuk dokumen lingkungan,” ungkap Rudy.

“Dari PUPR sendiri siap mensupport mendukung perkembangan infrastruktur apalagi pak Presiden sudah empat kali berkunjung ke Maluku Utara. Kita support sehingga nanti target-target pembangunan termasuk juga kesejahteraan masyarakat, peningkatan taraf hidup,” sambungnya.

Khusus Bandara Kuabang Kao yang baru diresmikan Presiden, lanjut Rudy, butuh akses yang efektif dan efisien untuk menuju Sofifi. “Dan ini perlu dipercepat yuridis formalnya karena ini akses yang penting dari ibu kota provinsi ke bandara,” pungkasnya. (iel/red)