Praktisi Desak BK Beri Sanksi Oknum DPRD Pelaku Phone Seks

Percakapan pengakuan melati ihwal kelakuan oknum anggota DPRD Halsel yang nekat melakukan sex phone.

LABUHA-pm.com, Tingkah laku oknum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Selatan yang diketahui melakukan sex phone (seks melalui panggilan telepon) dengan seorang perempuan sebut saja Bunga Melati (bukan nama asli) lewat platfom Meta Masegger beberapa waktu lalu mendapat tanggapan dari praktisi hukum.

Kepada poskomalut belum lama ini, Melati kemudian membeberkan kelakuan sang wakil rakayat tersebut.

Melati bercerita, sebelumnya Melati tidak saling kenal dengan oknum anggota DPRD itu. Namun, tetiba ia mendapat notifikasi permintaan pertemanan dari oknum anggota DPRD di akun pribadi Facebook nya.

Sambung perempuan yang mengaku berasal dari Jakarta itu, oknum anggota DPRD tersebut berkomunikasi dalam bentuk panggilan video (video call). Wakil rakyat itu kemudian menunjukan aksi amoral dengan menampakan tubuhnya dalam keadaan setengah telanjang. Aksi phone sex itu kemudian diabadikan dalam tangkapan layar oleh Melati.

Melati bahkan pada percakapannya lewat platfom Meta Masegger dengan wartawan poskomalut mengatakan, oknum anggota DPRD tersebut tidak memiliki akhlak yang baik. Di mana pada saat telepon video yang bersangkutan sudah lebih dulu menggunakan pakaian dan dalam keadaan telanjang.

Praktisi Hukum, Nurul Mulyani mengatakan, secara kelembagaan DPRD Halmahera Selatan harus mengambil sikap melalui Badan Kehormatan (BK), karena yang bersangkutan selain pribadi, oknum tersebut merupakan anggota DPRD aktif, sudah tentu mencoreng nama baik kelembagaan.

"Meski itu urusan pribadi namun, yang bersangkutan merupakan anggota DPRD, secara kelembagaan harus diberikan sanksi etik," tegas Nurul, Rabu (13/9/2023).

Nurul menegaskan, prilaku pejabat publik harusnya menjadi contoh bagi masyarakat bukan malah sebaliknya.

"Untuk itu, BK DPRD harus mengambil sikap tegas untuk menjadi contoh bagi wakil rakyat yang lain dan atau bagi siapapun," tegasnya.

Komentar

Loading...