Pegawai Bappeda Terkonfirmasi Positif Covid-19

Sekprov: Pembatasan Sosial di Kantor Gubernur Malut Diperketat

Kantor Gubernur Maluku Utara.

SOFIFI-PM.com,  Sekertaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsuddin A Kadir, telah mengeluarkan instruksi kepada pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah ( SKPD) agar  kegiatan yang melibatkan banyak orang dapat dikurangi.

Langkah Sekprov Malut ini setelah diketahui staf Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malut, terkonfirmasi positif Covid-19 setelah melakukan pemeriksaan PCR.”Surat dari dinas kesehatan saya sudah tindak lanjuti dengan menginstruksikan kepada SKPD agar surat dari dinkes menjadi perhatian serius,”kata Samsuddin.

Meskipun beberapa pegawai pemprov sudah terkonfirmasi positif Covid-19, pemprov Malut belum bisa mengambil langkah untuk swab masal pada seluruh pegawai. ”Untuk swab terhadap pegawai nanti tanya ke dinkes,”singkatnya.

Sementara surat Kepala Dinas Kesehatan Malut Malut, Idhar Umar, menyebutkan seluruh pegawai Bappeda Malut untuk melakukan pemeriksaan  RT PCR di RSUD Chasan Boesoerie Ternate, dan meminta pembatas kegiatan perkantoran yang melibatkan banyak orang berkumpul atau bertatap muka dan menerapkan protokol kesehatan di tempat kerja. ”Imbauan ini berlaku sampai 14 hari terhitung dari 22-5 Februari 2022,”kata Idhar.

Sementara Karo Humas Pemprov Malut, Rahwan K Suamba, saat dikonfirmasi mengaku  sekitar 12 orang staf Bappeda Malut, terkonfirmasi positif Covid-19.”Ada beberapa Kepala Bidang Staf Terkonfirmasi Positif Covid-19, setelah melakukan rapat bersama di Kantor Bappeda Malut,”katanya.

Penularan Covid-19 ini di staf Bappeda Malut beraawal dari salah satu staf Bappeda  yang baru pulang dari Papua, kemudian melakukan Swab dalam rangka pergi ke Jakarta.” Hasil swab belum keluar, satu orang stage itu ikute rapat bersama dengan kepala bidang, dan beberapa staf lain di Kantor Bappeda Malut,”kata Rahwan.(iel/red)

Komentar

Loading...